Rabu, 14 Sep 2016 09:10 WIB

Cara yang Bisa Dilakukan untuk Beri Pengalaman Sensoris Anak di Bawah 24 Bulan

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Memberi pengalamanan sensoris perlu dilakukukan sejak dini agar anak nantinya memiliki kematangan sensoris. Bagaimana caranya memberi pengalaman sensoris sejak dini?

Psikolog anak, Najeela Shihab, mengatakan memberi pengalaman sensoris pada anak bisa dilakukan melalui cara-cara sederhana. Misalnya bermain dengan aneka kain yang ada di rumah. Jadi pada anak yang berusia di bawah 24 bulan bisa diajak memegang dan meraba aneka kain yang ada di rumah.

"Main sama kain bisa dari baju ibunya yang bahannya sutera, rayon, katun. Itu kan simulasi sensorisnya beda. Selimut yang bahannya rajutan, beludru, itu semua bisa diberikan untuk anak di bawah umur 2 tahun," tutur perempuan yang akrab disapa Ela dalam perbincangan dengan detikHealth.

Cara lainnya dengan bermain menggunakan tepung. Tepung kering dan tepung yang sudah diberi air tentu memiliki testur yang berbeda. Ini akan membantu anak memperkaya pengalaman sensorisnya.

Termasuk juga dalam memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI), anak pun bisa belajar mengembangkan sensorisnya. Caranya dengan memberikan sedikit makanan tersebut ke tangan anak dan biarkan anak merasakan teksturnya.

"Karena makanan itu kan teksturnya beragam. Ini juga alasannya mengapa kita memberikannya (MPASI) ada tahapannya, nggak boleh lembek terus," imbuh Ela.

Baca juga: Dampak Orang Tua Terlalu Sering Berkata 'Jangan, Nanti Kotor' pada Anak

Cara lainnya dengan mendongeng ataupun membacakan cerita. Ketika mendongeng pada anak, pakailah suara dengan intonasi yang berbeda. Walaupun si kecil belum mengerti atau memahami apa yang didongengkan, namun itu merupakan rangsangan sensoris yang bisa dilakukan untuk memapar indra pendengaran anak.

Kegiatan lainnya adalah pada saat menggendong anak, tambah Ela, bisa sambil sedikit berputar. Mengajak anak lari-lari di rumut dan pasir, berguling-guling dan berputar-putar juga merupakan kegiatan sederhana untuk memperkaya pengalaman sensoris anak-anak berusia di bawah dua tahun.

Baca juga: Memahami si Kecil yang Gemar Buka Tutup Pintu Kulkas Berulang Kali (vit/vit)
News Feed