Kebiasaan Seperti Ini Bikin Anak Berisiko Tumbuh Pendek

Kebiasaan Seperti Ini Bikin Anak Berisiko Tumbuh Pendek

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2016 09:06 WIB
Kebiasaan Seperti Ini Bikin Anak Berisiko Tumbuh Pendek
Foto: thinkstock
Jakarta - Tampaknya sepele, namun hal kecil yang diabaikan bisa menimbulkan dampak yang tidak main-main. Misalnya saja kebiasaan-kebiasaan yang justru berdampak pada tinggi badan anak. Kebiasaan seperti apa?

1. Kebiasaan Main di Dalam Rumah Saja

Matahari pagi sebenarnya baik untuk tulang karena mengandung vitamin D. Sayangnya, masih ada anak yang diajak bermain di dalam rumah saja seharian sehingga melewatkan paparan vitamin D dari matahari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kurang (vitamin D) di tubuh kasih dong vitamin D. Karena kalau kurang vitamin D, tulangnya bisa pendek dan bisa patah-patah," ucap Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA (K) dalam acara International Growth Awareness Day 2016: Pentingnya Memonitor Pertumbuhan Anak di Gedung Tempo Pavilion 2, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Kamis (15/9/2016).

Pengukuran tinggi badan anak secara berkala sangat penting untuk memantau perkembangannya. Nah, ketika tinggi badan anak di bawah kurva yang seharusnya, salah satu hal yang dicurigai adalah karena kurangnya vitamin D.

Selain itu tanda lainnya, tinggi anak tidak mencapai target umurnya dan kecepatan tumbuh tinggi badannya di bawah lima centimeter per tahun. Jadi jangan gunakan pendapat 'nanti kalau puber juga tambah tinggi' sebagai pembenar untuk tidak mengoptimalkan tinggi badan anak.

"Jadi dipastikan dong anak kekurangan atau tidak vitaminnya, jangan nunggu pas pubertas aja," sambung dr Aman.

Baca juga: Stunting Tak Cuma Soal Tubuh Pendek, Ini Dampak Lainnya

2. Kurangnya Waktu Tidur

Selain itu menurut dr Aman yang paling banyak dilupakan orang adalah kurangnya waktu tidur anak. Karena waktu tidur juga memengaruhi perkembangan dan tumbuh kembang seorang anak.

"Tidur itu paketnya 8-10 jam, bahkan anak di bawah 10 tahun 9-10 jam. Kalau waktu tidur terganggu hormon pubertas ikut terganggu dan memengaruhi hormon perkembangan juga," imbuh dr Aman.

Baca juga: Penyakit-penyakit Berbahaya Akibat Kekurangan Vitamin D (vit/vit)

Berita Terkait