1. Kebiasaan Main di Dalam Rumah Saja
Matahari pagi sebenarnya baik untuk tulang karena mengandung vitamin D. Sayangnya, masih ada anak yang diajak bermain di dalam rumah saja seharian sehingga melewatkan paparan vitamin D dari matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengukuran tinggi badan anak secara berkala sangat penting untuk memantau perkembangannya. Nah, ketika tinggi badan anak di bawah kurva yang seharusnya, salah satu hal yang dicurigai adalah karena kurangnya vitamin D.
Selain itu tanda lainnya, tinggi anak tidak mencapai target umurnya dan kecepatan tumbuh tinggi badannya di bawah lima centimeter per tahun. Jadi jangan gunakan pendapat 'nanti kalau puber juga tambah tinggi' sebagai pembenar untuk tidak mengoptimalkan tinggi badan anak.
"Jadi dipastikan dong anak kekurangan atau tidak vitaminnya, jangan nunggu pas pubertas aja," sambung dr Aman.
Baca juga: Stunting Tak Cuma Soal Tubuh Pendek, Ini Dampak Lainnya
2. Kurangnya Waktu Tidur
Selain itu menurut dr Aman yang paling banyak dilupakan orang adalah kurangnya waktu tidur anak. Karena waktu tidur juga memengaruhi perkembangan dan tumbuh kembang seorang anak.
"Tidur itu paketnya 8-10 jam, bahkan anak di bawah 10 tahun 9-10 jam. Kalau waktu tidur terganggu hormon pubertas ikut terganggu dan memengaruhi hormon perkembangan juga," imbuh dr Aman.
Baca juga: Penyakit-penyakit Berbahaya Akibat Kekurangan Vitamin D (vit/vit)











































