Selain Bikin Bahagia, Bermain Bersama Orang Tua Juga Membuat Anak Lebih Sehat

Selain Bikin Bahagia, Bermain Bersama Orang Tua Juga Membuat Anak Lebih Sehat

Nurvita Indarini - detikHealth
Minggu, 18 Sep 2016 08:03 WIB
Selain Bikin Bahagia, Bermain Bersama Orang Tua Juga Membuat Anak Lebih Sehat
Foto: Getty Images
Jakarta - Setelah sehari-hari sibuk dengan pekerjaan, di akhir pekan ini yuk sempatkan bermain sejenak bersama anak. Dengan bermain bersama orang tua, anak lebih bahagia dan bikin sehat lho.

Studi evaluasi Nestle LACTOGROW menunjukkan anak lebih bahagia setelah bermain bersama ayah dan ibunya. Bahkan kegiatan ini bisa mempengaruhi kesehatan anak.

"Ini karena ketika anak merasa bahagia, otak mereka akan berada dalam kondisi yang positif, yang nantinya bisa membuat otak anak mengirim sinyal baik ke sistem pencernaan," ujar pakar gizi medik dari Universitas Indonesia, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc dalam media gathering Nestlé LACTOGROW Happy Date di Luna Negra Cafe, Plaza Bapindo, Citibank Building, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem pencernaan yang sehat akan membantu penyerapan gizi menjadi lebih sempurna, di samping tentunya membuat anak semakin merasa nyaman dalam menjalankan aktivitasnya," imbuh perempuan yang akrab disapa dr Tati ini.

dr Tati yang terlibat dalam studi menuturkan karakteristik program ini berhasil antara lain karena mengintegrasikan kesehatan, gizi, pendidikan sosial dan perkembangan ekonomi. Selain itu bisa digelar sebagai kolaborasi antara pemerintah dan swasta, serta ada kontak langsung pada anak.

Baca juga: Terkadang Bahagia Itu Sesimpel Mengajak si Kecil Bermain

Nah, studi tentang tingkat kebahagiaan ini digelar sejak Februari lalu di empat kota yakni Jakarta, Surabaya, Makassar dan Medan. Hasil penelitian menyebut setelah bermain bersama anak, tingkat kebahagiaan ayah dan ibu langsung meningkat sebesar 18 persen. Bahkan setelah dua pekan, tingkat kebahagiaan ayah dan ibu mengalami kenaikan hingga 38 persen.

"Setelah dua minggu di rumah, tadinya kebahagiaan 40 persen, jadi meningkat lebih dari 20 persen. Begitu pula dengan pemanfaatan waktu bersama, memperlihatkan kasih sayang, juga ikatan hubungan yang lebih kuat dari 50 persen hingga 80 persen," tutur dr Tati.

Dalam bermain bisa diberikan aneka stimulasi pada anak. Nah, stimulasi ini berkontribusi pada perkembangan anak sampai dengan 90 persen. Namun stimulasi tidak cukup bila tidak didukung kecukupan nutrisi.

"Nutrisi anak harus lengkap, untuk energi yang bisa didapat dari makanan pokok seperti nasi, pasta atau kentang. Lalu dilengkapi juga dengan asam amino, asam lemak omega 3. Juga sayur dan buah," sambung perempuan berkacamata ini.

Selain itu, jangan lupakan probiotik di usus tetap tersedia. Karena probiotik bisa meningkatkan fungsi saluran cerna dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh anak.

"Stimulasi tanpa nutrisi, hasilnya kurang optimal," ucap dr Tati.

Baca juga: Main Balon Juga Bisa Asah Kreativitas si Kecil Lho, Begini Caranya


(vit/ajg)

Berita Terkait