Kamis, 29 Sep 2016 08:36 WIB

Anak Tidak Suka Main Balon Seperti Teman-temannya, Wajar atau Tidak?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Namanya anak-anak pasti suka bermain. Tapi ini bukan berarti mereka harus tertarik pada semua mainan, misalnya pada balon.

Rita, salah satu pembaca detikHealth, menuturkan sedikit khawatir saat melihat balitanya tidak tertarik pada balon, padahal di saat yang sama banyak anak sibuk meminta dibelikan mainan balon. "Bukankah yang namanya anak-anak suka mainan? Kok anak saya yang umurnya 2 tahun ini nggak ribut minta balon padahal teman-temannya minta dibelikan balon. Apa dia takut balon atau bagaimana ya," ujar Rita.

Menanggapi hal itu, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi dari RaQQi - Human Development & Learning Centre mengatakan anak-anak memiliki ketertarikan sendiri pada mainan tertentu. Jadi ketika anak tidak tertarik pada mainan yang biasanya disukai banyak anak, tidak perlu terlalu khawatir.

"Mungkin karena memang tidak suka dengan bentuk balon. Atau mungkin pernah tidak nyaman dengan suara balon yang meletus. Kita saja yang dewasa suka nggak nyaman kan dengan suara letusan balon," imbuh Ratih.

Baca juga: Hanya dengan Bermain, Anak-anak Bisa Mendapat Manfaat Ini

Namun ada juga anak yang trauma dengan balon. Hal itu bisa diketahui jika anak histeris atau ketakutan setiap kali melihat balon. Namun hal itu bisa diatasi dengan perlahan-lahan mengenalkan keamanan balon pada anak.

Agar anak tidak takut balon, bisa dicoba dengan mengajak anak meniup balon bersama. Setelah balon ditiup lalu lepaskan balon tersebut, sehingga anak bisa melihat balon yang kembali kempes.

"Itu bisa sambil dijelaskan, tadi balonnya besar karena ada anginnya. Kalau balonnya nggak diikat, anginnya bisa keluar, jadinya kempes lagi," saran Ratih.

Cara lainnya dengan mengisi balon dengan air lalu meniupnya. Akibatnya balon bisa jadi lebih berat dan terdengar suara dari dalam balon. Anak akan merasakan sensasi berbeda antara balon yang diisi air dan yang hanya diisi udara.

"Atau menggambari balon. Itu juga bisa jadi mainan yang seru," tambah Ratih.

Baca juga: Terkadang Bahagia Itu Sesimpel Mengajak si Kecil Bermain

(vit/vit)