Selasa, 04 Okt 2016 12:01 WIB

Tips Lakukan Program Penurunan Berat Badan Pada Anak Obesitas

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Anak yang kelebihan berat badan berisiko memiliki penyakit metabolik hingga kardiovaskular di masa depan. Untuk mencegahnya, orang tua harus turun langsung melakukan program penurunan berat badan untuk anak.

dr Julistio Djais, SpA(K), MKes, pakar gizi anak dari RS Hasan Sadikin Bandung, mengatakan penanganan anak obesitas disesuaikan dengan kategori umurnya. Jika anak masih kecil atau berusia di bawah 5 tahun, penanganan masih bisa ditangani oleh orang tua sendiri.

"Kalau masih kecil kan masih makan apa yang diberikan orang tua, belum terlalu banyak mau ini-itunya. Makanya di sini orang tua paling berperan, mengatur diet anak supaya seimbang," tutur dr Julistio, dalam temu media di Hotel Veranda, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca juga: Orang Tua Perlu Pahami Bahaya Obesitas Anak

Namun jika anak sudah berusia di atas 10 tahun, penanganan tak bisa lagi dilakukan orang tua sendiri. Program penurunan berat badan anak harus dilakukan dengan kerjasama dokter anak, orang tua, serta si anak sendiri.

Tahap pertama, dokter anak akan melihat apa penyebab utama anak mengalami obesitas. Dijelaskan dr Julistio, dua penyebab paling umum anak mengalami obesitas adalah asupan gizi yang tidak seimbang dari makanan serta kurangnya aktivitas fisik.

"Anak sekarang kan jarang keluar rumah, senangnya main gadget atau nonton televisi saja. Jika memang ini masalahnya, kita akan minta orang tua untuk lebih banyak mengajak anak aktivitas di luar rumah," tutur dr Julistio lagi.

Jika masalahnya terletak pada asupan makanan, dokter anak akan merujuk anak dan orang tua ke ahli gizi. Ahli gizi akan meresepkan makanan yang lebih baik dan bermanfaat bagi program penurunan berat badan.

Tahap kedua adalah meminta anak untuk berpartisipasi. Program penurunan berat badan tidak akan berhasil jika si anak merasa tertekan atau malah stres gara-gara dipaksa menurunkan berat badan. Pada tahap ini, orang tua harus pintar-pintar memberikan penjelasan soal risiko bahaya obesitas bagi anak.

Tahap terakhir adalah menjaga konsistensi. Program yang sudah disusun dengan susah payah akan gagal jika orang tua dan anak tidak konsisten menjalankannya. Dikatakan dr Julistio, konsistensi bisa tercapai jika orang tua memang memiliki niat baik untuk anak.

"Makanya intinya harus kerjasamalah, dengan anak, dengan orang tua dan dengan dokter anaknya. Kalau kerja sama insya Allah bisa tercapai (berat badan yang ditargetkan)," pungkasnya.

Baca juga: Balita Kelebihan Berat Badan, Risiko Penyakit Jantung Mengintai Saat Dewasa

(mrs/vit)