Menurut psikolog klinis anak, Vera Itabiliana, Psi, memberikan anak terlalu banyak les pelajaran tambahan memang tak terlalu dianjurkan. Hal ini dikatakan justru bisa membebani anak.
"Kalau memang anaknya butuh, misalnya dia ketinggalan di salah satu mata pelajaran, itu tidak apa-apa dikasih les. Tapi kalau anaknya masih bisa mengikuti pelajaran dengan baik, ya nggak perlu," imbuh Vera kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika orang tua memang ada keinginan untuk memberikan les tambahan pada anak, Vera menambahkan akan jauh lebih baik jika anak diberi les non-akademis. Misalnya seperti les musik, tari atau olahraga.
"Les non-akademis ini kan bisa mengembangkan kemampuan dia di bidang lain selain pelajaran akademis. Bisa juga buat refreshing kan," tutur Vera.
Yang terpenting, dalam memilih jenis les ini orang tua tetap perlu mendengarkan masukan dari si anak. Hindari memaksa anak untuk mengikuti les atau kegiatan tambahan yang tidak ia sukai. Selain membuatnya tak nyaman, anak kemudian justru akan menganggap les sebagai hukuman.
Baca juga: Anak Takut Saat Bertemu Orang Baru? Begini Trik Mengatasinya (ajg/vit)











































