"Menanamkan percaya diri sejak kecil itu penting. Dengan percaya diri, anak bisa mengontrol situasi. Kalau tahu dirinya di-bully, karena dia percaya diri maka bisa menghindari ataupun merespons bullying dengan tepat," kata psikolog dari Tiga Generasi, Anne Sari Sani S.Psi.
Hal itu disampaikan dia dalam seminar 'Importance of Parenting Safety Awareness and Martial Arts to Prepare Your Kids Against Bullying,' di Bodytec Station, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan hanya memarahi anak kalau salah. Sementara kalau mereka bisa melakukan sesuatu, misalnya anak umur dua tahun buang sampah pada tempatnya dianggap biasa dan tidak diapresiasi," imbuh Anne.
Baca juga: Saat Anak Jadi Korban Bullying, Haruskah Orang Tua Turun Tangan Langsung?
"Anak-anak umur 2-3,5 tahun sering kan bilang 'aku aja' saat akan melakukan sesuatu? Itu biarkan mereka melakukannya. Kalau bisa, beri apresiasi biar mereka percaya diri," tambahnya.
Tapi bagaimana jika pujian itu membuat anak percaya diri berlebihan sehigga malah menganggap dirinya superior? "Karena itu ajarkan juga menghargai orang lain, respect dan empati pada orang lain. Bahwa memang tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama seperti kita itu memang bisa terjadi," ucap Anne.
Upaya lain untuk mencegah anak menjadi pelaku maupun korban bullying adalah mengajarkan kontrol diri, pendisiplinan, membina komunikasi terbuka dengan anak dan hindari terlalu banyak memberikan penilaian, serta memberikan perhatian dan kasih sayang. "Perlu juga mengenali teman dan lingkungan anak," pesan Anne.
Baca juga: Hati-hati, Bullying pun Bisa Dialami Anak-anak di Lingkungan TK
(vit/up)











































