Berbeda dengan flu dan common cold, pilek merupakan sebuah gejala yang ditandai dengan keluarnya ingus dari hidung. Meskipun seringkali dianggap ringan, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat anak pilek sebaiknya dibawa ke dokter.
Seperti disampaikan oleh dokter spesialis anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, kondisi tersebut di antaranya jika anak tidak mau makan atau minum sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu daya tahan tubuh anak, serta meningkatkan risiko anak mengalami dehidrasi.
"Juga jika suara napas anak terdengar tidak biasa, misalnya menimbulkan bunyi yang tidak seperti biasanya," tutur dr Meta baru-baru ini kepada detikHealth.
Demam juga umum terjadi menyertai pilek pada anak, namun dr Meta berpesan jika demam tinggi sudah terjadi selama lebih dari tiga hari, maka sebaiknya anak diperiksakan ke dokter. "Terlebih jika anak menjadi sangat rewel atau justru minta tidur terus," imbuh dr Meta.
Kondisi ini dikhawatirkan menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh anak, namun anak tidak bisa mengomunikasikan kepada orang tuanya. Tanda lain yang perlu diwaspadai pada anak pilek adalah ketika anak juga mengalami batuk hebat, yang bahkan membuatnya muntah terus-menerus.
Jika tanda-tanda di atas sudah muncul, sebaiknya orang tua tak menunda untuk membawa anak ke dokter ya. Ingat, hindari mendiagnosis sendiri dan memberikan obat bebas di luar anjuran dokter. Bukannya menyembuhkan, bukan tidak mungkin kondisi anak justru bisa semakin parah.
Baca juga: Catat! Ini Bedanya Flu, Pilek dan Common Cold pada Anak
(ajg/vit)











































