Menanggapi hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan sebenarnya segala bentuk pemaksaan tidak dibolehkan. Sebab, pada dasarnya pemaksaan berarti membuat anak melakukan sesuatu tanpa dia suka sehingga dia tidak happy saat melakukannya.
"Intinya salim itu kan kita melakukan penghormatan ke orang yang lebih tua. Nah, yang penting pembiasaan, kita kasih contoh ke anak kalau ketemu orang salim. Kalau anak nggak mau, nggak apa-apa toh saat dia nggak salim bukan sebuah kesalahan besar ibaratnya," tutur Ratih saat berbincang dengan detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratih menambahkan, pada anak yang memiliki masalah sensori, dia bisa merasa tidak nyaman jika dipeluk. Lalu, mengapa ada anak yang hari ini mau disuruh bersalaman tapi besoknya, ketika bertemu orang yang sama, dia tidak mau bersalaman?
Baca juga: Anak Sulit Ramah dengan Orang Lain Tak Masalah Asal Masih Bisa Beradaptasi
"Anak kecil itu kan random ya. Kita nggak tau apa yang ada di pikiran mereka. Mungkin pertama kali mau karena dia mood-nya lagi oke, orangnya ramah, dan dianya juga nggak ngantuk misal. Karena ada anak yang kalau ngantuk dia cranky-nya luar biasa. Jadi mesti lihat kondisi anak, belum tentu sekarang dia mau salaman besok nggak mau, dia jadi anak yang bermasalah," papar Ratih.
Ketika melakukan sesuatu, nyaman atau tidaknya anak bisa dilihat. Saat anak mau melakukan sesuatu tenpa mesti 'didorong' atau dipaksa oleh orang tuanya, itu menunjukkan dia nyaman melakukan hal tersebut. Ratih mengingatkan, ketika tidak nyaman dan ogah melakukan sesuatu, pemaksaan bisa membuat anak makin tidak nyaman.
Sampai anak bisa memahami makna bersalaman, memeluk, atau mencium, selama itu orang tua tidak perlu memaksa anak. Di usia berapa anak bisa memahamai makna bersalaman, Ratih mengatakan minimal di usia 3 tahun di mana anak sudah bisa bicara dan diajak berdiskusi.
"Tapi saat dia sudah paham maknanya itu dan tetap nggak mau, perlu kita evaluasi. Ada kasus anak ini nggak mau salim karena tangan orang ini bau. Akhirnya karena sering dipaksa, dia salimnya ditempelin di samping kepalanya," tutur Ratih.
"Memang saat itu si anak langsung bilang 'aku nggak mau salim, tangannya bau'. Orang tuanya nggak enak dong sama si orang itu. Kalau kayak gitu, bisa kita ajarkan ke anak nggak apa-apa kalau kamu nggak mau salim, tapi nggak usah dibilang kenapa," pungkas pemilik akun twitter @ratihyepe ini.
Baca juga: Saat Anak Bertengkar dengan Teman, Ortu Disarankan Tak Ikut Campur (rdn/up)











































