Sabtu, 05 Nov 2016 09:14 WIB

Kata Psikolog Soal Anggapan 'Namanya Anak Kecil, Nggak Bisa Bohong'

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Anak-anak memang polos dan apa adanya. Mereka pun tak sungkan ceplas-ceplos ketika ada sesuatu yang membuat mereka tidak 'sreg'. Hingga timbul anggapan bahwa 'anak-anak tidak bisa bohong'.

Sebut saja ketika ia disuguhkan makanan yang dianggap kurang lezat. Kadang kala, anak bisa langsung berkata jujur ia tak mau menyantap hidangan itu karena rasanya tidak enak. Menanggapi hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan bukan berarti anak tidak bisa bohong.

"Tapi anak belum bisa mencari kata-kata yang lebih halus saat menolak sesuatu atau mengungkapkan apa yang dia rasakan dengan bahasa yang lebih halus," tutur Ratih saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Anak Doyan Bohong, Kelak akan Jadi Orang Sukses

Diungkapkan Ratih, anak-anak berbeda dengan orang dewasa yang umumnya masih bisa memperhalus bahasa. Contohnya, ketika menolak diberi makanan yang rasanya tidak enak, orang dewasa masih bisa menolak secara halus dengan mengatakan dirinya sudah kenyang.

"Kalau anak, dia nggak tahu bahasa kiasan dan perlu waktu untuk belajar itu. Sehingga, kita nggak bisa nyalahin anak kecil juga ketika dia dirasa terlalu jujur mengungkapkan sesuatu," tambah Ratih.

Terkait bohong yang dilakukan anak, di usia 6 sampai 8, bahkan 10 tahun ada fase kids lying di mana anak berbohong demi 'menyelamatkan' dirinya. Alasan anak berbohong pun turut dipengaruhi faktor respons yang diberikan orang tuanya selama ini.

Baca juga: Ingin Tahu Anak Bohong atau Tidak? Coba Perhatikan Konteks Perkataannya


(rdn/vit)