Mengutip penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Cancer tahun 2007, dr Utami Roesli SpA, IBCLC, FABM, mengatakan dalam Air Susu Ibu (ASI) terdapat zat anti kanker. Zat ini merupakan protein dan asam lemak yang ditemukan secara alami di ASI.
"Zat anti kanker ini bernama HAMLET (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour Cells)," kata wanita yang akrab disapa dr Tami ini di sela-sela BreastFeeding Fair 2016 'GenerASI Merah Putih' di Summarecon Digital Center-Scientia Square Park, Serpong, Tanggerang, Sabtu (5/11/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HAMLET ini, lanjut dr Tami bisa membantu ibu terhindar dari jenis kanker seperti kanker rahim dan kanker indung telur. "Pokoknya zat ini bisa menghindari semua penyakit yang jelek dari tubuh bayi dan ibu," ujarnya.
HAMLET merupakan zat yang terkandung dalam ASI. HAMLET diketahui dapat membunuh 40 jenis sel kanker dengan keuntungan tidak akan merusak sel-sel yang sehat.
HAMLET ditemukan secara tidak sengaja ketika para peneliti menyelidiki sifat antibakteri yang ada di ASI. Lebih lanjut, dr Tami mengatakan, pemberian ASI bisa membantu anak terhindar dari kanker seperti neuroblastoma, leukemia, dan kanker saraf.
Sebuah penelitian di tahun 2012 dan 2014 juga menyatakan anak yang diberi ASI selama 6 bulan, risikonya terkena leukemia bisa berkurang 20 persen.
"Misalnya ada sel leukemia yang menyerang anak saat masih menyusu, sel tersebut akan dilawan oleh HAMLET tersebut," kata dr Tami.
Sayangnya, dr Tami mengungkapkan pemberian ASI di Indonesia baru mencapai angka 30 persen. Padahal, seperti diketahui ASI sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tapi juga si ibu.
Baca juga: Ingat, ASI Donor Sifatnya Sementara
(rdn/rdn)











































