Si Kecil Malah Ngambek Saat Dinasihati, Kenapa Ya?

Si Kecil Malah Ngambek Saat Dinasihati, Kenapa Ya?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Sabtu, 12 Nov 2016 07:00 WIB
Si Kecil Malah Ngambek Saat Dinasihati, Kenapa Ya?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Memberi nasihat ketika anak melakukan kesalahan adalah hal yang biasa dilakukan orang tua. Namun, ada kalanya anak justru ngambek ketika dinasihati ayah ibunya. Kenapa ya?

Menurut psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, jika anak menunjukkan respons seperti itu, perlu ditilik lagi apa respons orang tua selama ini ketika menghadapi masalah. Bisa saja ketika berargumentasi, orang tua kerap marah-marah.

Bila seperti itu, maka bisa jadi si anak mencontoh bagaimana cara orang tua dalam menghadapi sesuatu. Tapi, penyebab lainnya adalah bisa saja anak sedang memiliki mood atau suasana hati yang tidak terlalu baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada anak yang sedang nggak nyaman, langsung responsnya nggak ramah, termasuk ketika dia dinasihati orang tuanya," kata Ratih saat berbincang dengan detikHealth.

Kalau memang suasana hati anak sedang tidak baik, tak ada salahnya orang tua mencari tahu apa sesuatu yang membuat mood anak jelek. Kemudian, ajak anak bicara dan cari jalan keluar bersama-sama sehingga suasana hati anak bisa membaik.

Baca juga: Anak Takut Saat Bertemu Orang Baru? Begini Trik Mengatasinya

Kemungkinan lain yang bisa membuat anak justru marah atau ngambek saat dinasihati adalah dia termasuk anak yang mempunyai masalah sensori. Nah, masalah ini dikatakan Ratih lebih kompleks.

"Misalnya dari auditori, visual, taktilnya ada masalah sehingga ada aja yang bikin dia cepat marah, tersinggung, sensitif. Kalau untuk masalah sensori ini kita perlu melihat lebih lanjut lagi," tutur pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

Ia menambahkan, biasanya mudah marah atau ngambek ketika dinasihati bisa juga disebabkan perkembangan emosi anak yang tidak stabil. Sehingga, penting bagi orang tua untuk melatih anak mengetahui dan mengekspresikan emosinya.

Terkait respons anak ketika dinasihati, menurut Ratih hal ini bisa 'dibentuk'. Caranya, lagi-lagi dengan melihat bagaimana cara orang tua merespons sesuatu.

"Kalau nggak mau anak suka komplain, orang tua jangan suka komplain juga. Tapi, kita biasakan komplain itu dengan berkomunikasi. Terus ayah atau ibu sedikit-sedikit ngeluh 'aduh kamu kok susah banget dibilangin', aduh aduh terus. Jadi yang tertanam di kepala anak itu Selalu boleh ngeluh atau komplain dong," pungkas ibu satu anak ini.

Baca juga: Ingat Ya, Anak Tak Perlu Diberikan Les Tambahan Berlebihan

(rdn/vit)

Berita Terkait