Kamis, 17 Nov 2016 18:36 WIB

Anak Tak Imunisasi dan Kurang Gizi, Waspada Risiko Pneumonia Meningkat

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Ada beberapa kondisi yang disebut-sebut bisa meningkatkan risiko pneumonia. Di antaranya adalah anak tak diimunisasi dan kurang gizi.

Demikian disampaikan oleh dr Cissy B. Kartasasmita, SpA(K), dalam temu media di Intiland Tower, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016). Menurut dr Cissy, kondisi-kondisi tertentu diyakini memang memengaruhi risiko seorang anak terkena pneumonia.

"Salah satunya malnutrisi dan gizi buruk. Juga jika anak tidak diberikan air susu ibu secara eksklusif enam bulan pertama," tutur dr Cissy.

Baca juga: Anak Batuk Pilek Plus Napas Cepat? Waspadai Pneumonia

Faktor risiko lainnya yakni kekurangan vitamin A, berat badan lahir rendah, serta paparan polusi udara. Polusi udara ini termasuk juga berupa asap rokok. Oleh sebab itu, dr Cissy berpesan agar para orang tua lebih memerhatikan paparan anak terhadap asap rokok.

"Bukan cuma asap rokoknya, tapi juga kalau misalnya ayah merokok kan itu menempel di dalam baju atau kepalanya. Kalau setelah itu bayinya digendong, zat-zat yang menempel ini bisa masuk dan merusak keseimbangan imun anak," imbuh dokter spesialis anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tersebut.

Ya, zat-zat racun dari asap rokok tersebut dapat mengganggu kerja silia di hidung. Akibatnya, silia menjadi rusak dan dahak pun tak tersaring, sehingga menjadi terkumpul di saluran napas dan menyebabkan anak menjadi batuk.

"Semua ini hubungannya dengan daya tahan tubuh anak. Gizi buruk menyebabkan imunitas menjadi turun sehingga anak tidak punya proteksi lagi," pesan dr Cissy.

Baca juga: Pneumonia dan Diare, Ancaman Terburuk Kesehatan Anak (ajg/up)
News Feed