Kamis, 24 Nov 2016 10:35 WIB

Kalau Cuma Batuk Pilek, Jangan Khawatir untuk Tetap Berikan ASI pada si Kecil

Edwin Ramadi - detikHealth
Ilustrasi flu (Foto: thinkstock)
Jakarta - Beberapa ibu, khususnya ibu baru, sering kali khawatir ketika memberikan air susu ibu (ASI) pada si kecil ketika dirinya sakit. Kalau cuma batuk, pilek dan diare, masih aman kok untuk tetap menyusui si kecil.

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (IAMI), Mia Susanto, menuturkan ibu yang terkena virus pilek, batuk, tifus dan demam berdarah masih bisa dan tergolong aman untuk memberikan ASI.

Hal yang sama pernah disampaikan konselor laktasi dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Farahdhiba Tenrilamba. "Sebenarnya ketika menyusui, imun si ibu juga terbangun. Dan ketika kita sakit batuk, di dalam ASI kita ada anti-batuk. Kalau kita pilek, di dalam ASI kita ada anti-pilek. Kenapa? Karena kita tetap menyusui," kata perempuan yang akrab disapa Dhiba ini.

Jika bayi tertular batuk pilek dari ibunya, maka penularannya bukanlah dari ASI, melainkan dari perantara udara. Misalnya si ibu bersin sehingga virus berterbangan dan masuk ke tubuh bayi. Karena itu, ada baiknya ibu yang sedang batuk pilek mengenakan masker agar virus tidak mudah berpindah. Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun.

Baca juga: Tak Perlu Mewah, Tapi Ruang Laktasi di Perkantoran Juga Ada Syaratnya
https://health.detik.com/read/2015/04/21/170220/2894019/764/tak-perlu-mewah-tapi-ruang-laktasi-di-perkantoran-juga-ada-syaratnya

Lalu bagaimana jika ibu menyusui punya penyakit serius, misalnya kanker, sehingga harus menjalani kemoterapi? "Jadi ada situasi-situasi dan hal tertentu yang menyebabkan ibu tidak bisa menyusui
anaknya salah satunya ketika sedang kemoterapi," kata Mia saat konferensi pers 'Indonesia Maternity, Baby & Kids' di Wine & Meat Co, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/16).

Namun Mia menegaskan tidak bisa sembarangan melepaskan bayi dari ibunya. Ini karena bisa membuat terhentinya pemberian ASI pada bayi.

Jika memang ibu mengonsumsi obat keras yang tidak aman untuk ASI, sementara bisa menggunakan ASI donor atau susu pengganti untuk anaknya. Akan tetapi jika kondisi ibu sudah pulih atau tidak mengonsumsi obat keras tersebut, segera berikan ASI kembali.

Menurut Dhiba, 80 persen obat-obatan yang beredar di Indonesia aman untuk ibu menyusui. Karena itu konsultasikan dengan dokter laktasi atau konselor laktasi jika harus mengonsumsi obat-obatan tertentu, namun harus tetap menyusui si kecil.

Baca juga: Ibu Menyusui Tak Boleh Minum Es Agar Bayi Tidak Pilek? Ini Faktanya
https://health.detik.com/read/2015/08/31/093122/3005293/764/ibu-menyusui-tak-boleh-minum-es-agar-bayi-tidak-pilek-ini-faktanya

(vit/vit)