Figur publik Artika Sari Devi pun mengakui kebanyakan orang tua baru menganggap penting kesehatan gigi anaknya ketika mereka sudah dilanda sakit. Padahal kesehatan gigi tak kalah penting dengan kesehatan organ tubuh lainnya, dan banyak penyakit yang dapat menyerang tubuh seseorang jika giginya terjadi kerusakan.
Agar anak tak takut, biasakan berkunjung ke dokter sembari mengajak anak-anak. "Ajaklah anak-anak saat Anda datang ke dokter, agar tahu yang terjadi tidak menyeramkan," tuturnya ditemui di sela penutupan Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Universitas Brawijaya, Senin (28/11/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu artinya, ibu berperan penting dalam mengajak anak agar mau menyikat gigi serta mempraktikannya, sebab bagaimanapun anak meniru perilaku orang tua, termasuk dalam hal ini menjaga kesehatan giginya.
Baca juga: Duh, Survei Ungkap Masih Banyak Anak Indonesia yang Giginya Bolong
Wanita yang juga Brand Ambassador Pepsodent ini sendiri mengaku memiliki trik khusus untuk mengajari anak-anaknya tentang bagaimana pentingnya menjaga kesehatan gigi. Hal pertama yang dicobanya adalah mengajari mereka cara menggosok gigi yang menyenangkan.
"Bersama suami saya mencari cara sekreatif mungkin untuk gosok gigi yang 'fun', dan anak-anak pun merasa itu penting," ujarnya.
Selain memperhatikan waktu, frekuensi dan cara menyikat gigi yang baik dan benar, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menyikat gigi.
"Menyikat gigi sehari dua kali, minimal 2 menit saja sudah bisa mengurangi gigi berlubang pada anak," sambungnya.
Yang tak kalah penting adalah membiasakan anak untuk menggosok giginya menjelang tidur dan selesai sarapan pagi.
Baca juga: Ini Risikonya Jika Anak Malas Menyikat Gigi Setelah Minum Susu di Malam Hari (lll/vit)











































