Akan tetapi sebenarnya bila pria memiliki kepercayaan diri yang tinggi dengan perannya sebagai orang tua, maka ini juga akan berdampak positif pada si anak.
Hal ini diungkap penelitian terbaru dari Oxford University selepas menganalisis data dari Avon Longitudinal Study of Parents and Children di Inggris, melibatkan 10.440 partisipan yang tinggal bersama anaknya di usia 8 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ingat Ya Para Suami, Dukungan Anda Penting untuk Keberhasilan Istri Menyusui
"Kami lihat keterlibatan mereka, apakah para ayah memiliki ikatan yang kuat dengan anak-anaknya, dan apakah menjadi orang tua mendekatkan mereka dengan pasangannya," terang peneliti.
Pengisian kuesioner juga diulang lagi saat anak menginjak usia 9 dan 11 tahun. Hasilnya, pria yang memiliki kedekatan emosional dengan anak karena terlibat langsung dalam mengurus buah hatinya berpeluang kecil untuk membesarkan anak-anak dengan masalah perilaku.
"Peluang mereka untuk membesarkan anak dengan masalah perilaku mencapai 28 persen lebih kecil dibanding ayah yang memiliki total skor dari indikatornya tadi lebih rendah," urai peneliti seperti dilaporkan jurnal BMJ Open dan dikutip dari BBC, Selasa (6/12/2016).
Tak hanya itu, pria yang terlibat penuh dalam mengasuh anak juga memberikan dukungan emosional yang kuat pada istri-istri mereka yang selama ini lebih banyak terlibat dalam urusan ini.
Baca juga: Perhatikan, Ini 4 Unsur Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, ayah memegang peranan penting dalam sebuah keluarga, dan besar kecilnya peranan ini berdampak langsung pada tumbuh kembang si anak.
"Pada dasarnya rumah tangga akan lemah arahnya jika tidak memiliki kepala keluarga yang tegas menerapkan aturan pada anak-anaknya. Ini peran 'structure'. Tapi ingat, ini perlu diimbangi juga dengan 'warm'," pesan psikolog Naomi Soetikno. (lll/vit)











































