Rabu, 14 Des 2016 16:01 WIB

Asal Begini, Ortu Bisa Punya Quality Time dengan Anak Meski Sebentar

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Quality time penting untuk membuat mempererat kedekatan orang tua dan anak. Dalam melakukan quality time, durasi sebenarnya tidak terlalu penting karena ada komponen lain yang bisa bikin quality time benar-benar berkualitas.

"Walau cuma sebentar, yang penting bagaimana parenting behaviornya. Parenting behavior adalah perilaku kita saat melakukan pengasuhan pada anak. Nah parenting behaviornya mesti di level playing field yaitu ciptakan suasana yang akrab, hangat, dan komunikasi 2 arah," terang psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli MPsi, Psikolog.

Berkaca dari kondisi saat ini di mana banyak orang tua yang sama-sama bekerja, maka ketika tidak punya banyak waktu, yang penting Ayah dan Ibu bisa memanfaatkan momen kebersamaan dengan anak yang akrab dan hangat. Demikian disampaikan Vera dalam Konferensi Pers BebeHero Hi5 di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Suasana yang akrab dikatakan Vera bisa tercipta ketika orang tua memposisikan diri sejajar dengan anak. Sehingga, saat orang tua bermain dengan anak, anak merasa seperti sedang bersama temannya dan ia bisa terbuka dengan orang tuanya. Lalu, suasana hangat bisa tercipta dengan adanya sentuhan atau ungkapan kasih sayang otang tuanya.

Baca juga: Terkadang Bahagia Itu Sesimpel Mengajak si Kecil Bermain

Kemudian, jangan lupa lakukan komunikasi dua arah. Misalnya saja dengan mengatakan 'I love you, yo love?' Secara langsung anak akan menjawab 'me'. Kemudian, ibu bisa menimplai lagi dengan kalimat 'I love you too'. Dengan komunikasi dua arah, bisa terjadi interaksi pula di antara orang tua dan anak.

"Jadi nggak sekadar anak disuruh main, disuruh nyontoh nyanyian misalnya. Libatkan juga peran orang tua, lakukan itu bersama-sama dengan anak. Meski waktu yang ada sedikit, tapi waktu yang ada benar-benar berkualitas untuk anak dan orang tua," tutur Vera.

Dalam kesempatan sama, marketing manager Bebelac Andi Airin mengatakan penting bagi orang tua memahami bahwa untuk jadi anak hebat, anak tidak hanya memerlukan kepintaran di bidang akademik saja. Tetapi, perlu pula dilengkapi dengan sifat empati dan rasa peduli yang baik.

"Anak nggak cuma pintar saja kalau mau jadi anak hebat tapi dia mesti cepat tanggap atau responsif dan punya rasa peduli. Memang lebih banyak role mendidik anak kan di ibu ya, tapi bukan berarti peran aktif ayahnya juga nggak dibutuhkan ya," kata Airin.

Baca juga: Ingat, Family Quality Time Bukan Sekadar Kumpul Bareng Lho (rdn/up)