Selasa, 20 Des 2016 13:06 WIB

Bincang Sehat

Video: Tips Menghadapi Anak Remaja yang Ke-gap Nonton Film Dewasa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: 20detik
Jakarta - Mendapati anak remaja sedang nonton film dewasa bisa menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang tua. Menurut psikolog, situasi seperti ini harus disikapi dengan sangat berhati-hati.

"Yang harus kita lakukan adalah menjaga reaksi. Jangan terlalu kaget atau langsung memarahi," jelas Ratih Zulhaqqi, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Orang tua harus bersikap bijak. Ketika anak remajanya menonton film dewasa, ada kemungkinan si anak memiliki rasa ingin tahu yang tidak tersampaikan sehingga mencari tahu sendiri melalui tontonan tersebut. Tugas orang tua adalah membimbing anak tersebut untuk mencari informasi yang tepat dan terpercaya.

Itu pula sebabnya, Ratih menilai pendidikan seks seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Tidak ada salahnya mengenalkan pendidikan seks sejak dini, asal disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman sang anak. Misalnya ketika masih usia prasekolah, bisa dimulai dengan mengenalkan kebersihan organ genital dan 4 area yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali oleh orang tua atau dokter.

Video: Tips Menghadapi Anak Remaja yang Ke-<I>gap</I> Nonton Film DewasaFoto: 20detik


Baca juga: Konten Porno Online Picu Gangguan Seksual pada Pria Muda

Menurut Ratih, menjaga anak remaja dari perilaku seksual yang kebablasan memang susah-susah gampang. Ia mengibaratkannya seperti menggenggam pasir yang tidak boleh terlalu kuat, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar karena jika genggamannya tidak tepat pasti pasirnya akan lepas.

"Melakukan pembatasan itu penting, tapi berdiskusi dan mendengarkan dari sisi anak juga penting. Ketika ada kedekatan secara hati, maka anak juga akan mendengarkan perkataan orang tua," jelasnya.

Lebih dalam tentang pendidikan seks pada anak remaja bisa disimak dalam video Bincang Sehat berikut ini:



Video: Kenali Bullying, Agar Anak Tidak Jadi 'Tukang Bully' (up/rdn)