Menanggapi hal ini, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani MPsi., Psikolog menuturkan konsep kaya dan miskin cukup abstrak untuk anak. Dan konsep tersebut bisa saja membuat anak mudah menghakimi orang lain.
"Tapi kita nggak bisa menghindari orang di sekiar kita mengatakan itu dan anak bisa terpengaruh. Nah untuk menyikapinya bagaimana, itu tergantung konsep si orang tua sendiri," tutur Nina saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain soal konsep kaya dan miskin bisa ditunjukkan pada anak contohnya melalui makanan. Ketika tersedia banyak makanan dan makanan itu lezat, kondisi itu bisa disebut kaya. Tapi sebaliknya, ketika tidak ada makanan maka saat itu kondisi seseorang sedang miskin.
Baca juga: Unik, Fotografer Ini Potret Ekspresi Anak ketika Menonton TV
"Jangan lupa, kita juga mesti menjelaskan supaya konsep kaya dan miskin itu tidak jadi alasan anak menghakimi teman. Mau kaya mau miskin, katakan pada anak bahwa dia tetap teman," tambah wanita yang juga praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.
Terutama untuk anak usia sekolah dasar, bisa saja orang tua mengatakan bahwa orang yang kaya adalah orang yang punya banyak uang, rumah, dan mobil. Kemudian, sampaikan konsep orang kaya seperti 'nilai' yang hendak disampaikan kepada anak.
"Misal saya, saya katakan ke anak saya 'Kamu kaya karena kamu kaya cinta. Kamu dicintai sama ibu, bapak, mbak, orang di sekitar. Kamu kaya karena orang mencintai kamu," tambah Nina.
Jika anak melihat ibunya punya uang banyak lantas berpikir si ibu kaya, coba katakan pada si kecil bahwa ketika sedang punya uang bisa saja seseorang disebut orang kaya. Tapi ingat, katakan pula pada anak bahwa ada orang lain yang tidak punya uang dan tidak bisa membeli makanan misalnya.
"Jadi nggak usah terlalu highlight kaya miskinnya, tapi kita netralisir ini kita sedang kaya karena kita punya sesuatu. Yang penting kita punya makanan, tempat untuk tidur, kita harus selalu bersyukur. Kemudian, tekankan bahwa semua orang yang kaya, yang miskin itu sama saja dan semuanya harus kita jadikan teman. Jadi nggak judgemental gitu," pungkas pemilik akun twitter @AnnaSurtiNina ini.
Baca juga: Ini Penyebab Anak-anak Mudah Ngambek dan Marah Saat Keinginan Tak Dituruti
(rdn/vit)











































