Minggu, 29 Jan 2017 10:04 WIB

Ketika Anak Perempuan Usia 6 Tahun Mulai Merasa 'Kurang Pintar'

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
New Jersey - Menumbuhkan percaya diri pada anak sejak dini itu penting, terlepas dari gender mereka. Jangan sampai anak dengan gender tertentu merasa kurang pintar ataupun kurang berbakat.

Ya, bisa jadi sebenarnya anak-anak memang pintar dan berbakat. Hanya saja lingkungan dan pendapat sekitar membuat mereka jadi berpikir bahwa kepintaran ataupun bakat bakal lebih menonjol pada gender tertentu.

Dari penelitian pada 400 anak-anak laki-laki dan perempuan usia lima tahun, diketahui anak-anak ini merasa dirinya brilian. Akan tetapi ketika dilakukan penelitian serupa untuk anak-anak yang berusia setahun di atasnya, ternyata anak-anak ini mulai sadar gender dan mulai muncul stereotip.

Studi dilakukan dengan melakukan eksperimen pada kelompok anak usia 5 tahun, 6 tahun 7 tujuh tahun. Anak-anak diminta membaca cerita tentang seseorang yang sangat pintar, akan tetapi tidak disebutkan dengan jelas identitas tokoh cerita itu.

Selanjutnya anak-anak diminta menebak mana tokoh cerita itu dengan menunjukkan empat gambar yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Pada kelompok usia lima tahun, anak laki-laki dan perempuan sama-sama positif dalam melihat kaitan jenis kelamin dan kepintaran. Terbukti anak laki-laki memilih gambar laki-laki, dan sebagian anak perempuan memilih gambar perempuan sebagai tokoh dalam cerita yang mereka baca.

Namun pada anak-anak usia enam dan tujuh tahun terlihat perbedaan yang cukup signifikan. Di mana anak-anak perempuan dalam kelompok ini lebih mengaitkan kepintaran dengan gender laki-laki.

Baca juga: Anak Laki-laki Suka Bermain Boneka? Kenapa Tidak

Selanjutnya di kelompok anak umur 6 dan 7 tahun yang berbeda, mereka ditunjukkan dua permainan. Permainan pertama digambarkan sebagai permainan yang ditujukan untuk anak yang benar-benar pintar, sementara permainan kedua untuk anak yang benar-benar berusaha keras. Apa hasilnya?

Anak-anak perempuan ternyata kurang tertarik pada mainan 'untuk anak pintar' ketimbang anak laki-laki. Sementara itu tidak ada perbedaan yang signifikan untuk anak laki-laki dan perempuan terkait minat pada mainan 'untuk anak yang berusaha keras'. Demikian dikutip dari situs Princeton University, Minggu (29/1/2017).

Dikutip dari BBC, Prof Andrei Cimpian, salah satu peneliti menuturkan pesan dari penelitian yang dilakukan adalah ternyata di usia anak yang cukup muda, mereka terkena gagasan bahwa laki-laki lebih mungkin menjadi sosok yang pintar ketimbang perempuan. Dari temuan ini diharapkan keluarga, sekolah dan lingkungan lebih berperan agar tidak melanggengkan stereotipe bahwa kepintaran hanya cenderung dimiliki oleh laki-laki.

Stereotipe yang semacam itu, kata peneliti, bisa mempersempit peluang karier anak-anak perempuan saat mereka tumbuh dewasa kelak. Hal itu seolah mengurangi peluang anak-anak perempuan untuk sukses dalam akademis maupun pekerjaan.

Sarah-Jane Leslie, peneliti lainnya, menambahkan anak-anak perlu memahami bahwa kesuksesan itu bukan karena seseorang memiliki kegeniusan dan bakat, melainkan perlu kerja keras dan dedikasi. Jangan sampai mereka yang 'dilabeli' genius dan berbakat jadi tidak mau berusaha untuk mendapatkan tujuannya.

Baca juga: Studi: Di Masa Sulit, Orang Tua Lebih 'Berpihak' pada Anak Perempuan

Penelitian ini mendapat dukungan dari National Science Foundation dan telah dipublikasikan di jurnal Science.

(vit/up)