Peneliti AS Katakan Ibu-ibu Diperbolehkan Makan Jelang Bersalin

Peneliti AS Katakan Ibu-ibu Diperbolehkan Makan Jelang Bersalin

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 18 Feb 2017 17:09 WIB
Peneliti AS Katakan Ibu-ibu Diperbolehkan Makan Jelang Bersalin
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pada praktiknya, wanita yang sedang menjalani proses persalinan tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi apapun, kecuali mengemut es batu atau minum air beberapa teguk saja.

Dalam sejarahnya, mengonsumsi makanan padat jelang persalinan tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan menyebabkan sang ibu tersedak. Utamanya karena dulunya kebanyakan ibu yang melahirkan akan disuntik bius total sehingga tidak memiliki kendali akan tubuhnya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan bius total dalam persalinan perlahan mulai ditinggalkan. Hanya saja, panduan untuk ibu melahirkan boleh makan atau tidak jelang persalinan masih sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu peneliti dari Thomas Jefferson University di Philadelphia mencoba menggabungkan data dari 10 studi untuk membandingkan kondisi wanita yang hanya diperbolehkan minum air saja dengan yang makan makanan lebih banyak jelang persalinan.

Total responden yang dilibatkan adalah 3.982 orang. Kesemuanya hanya melahirkan satu anak, bukannya anak kembar, dan tidak berisiko menjalani persalinan secara caesar.

Dari sekian studi tersebut ada yang mengatakan wanita boleh minum madu atau sirup sebelum melahirkan, ada juga yang memperbolehkan semua jenis makanan.

"Tetapi tak ada yang benar-benar bisa memastikannya, dan berapa banyak yang bisa dikonsumsi," kata salah satu peneliti, Dr Vincenzo Berghella.

Baca juga: Persiapan Melahirkan, Ibu Hamil Perlu Tahu Alasan Tak Boleh Sembarang Mengejan

Faktanya, dari hasil pengamatan ditemukan bahwa wanita yang tidak dibatasi untuk makan jelang persalinan tidak mengalami peningkatan risiko komplikasi, termasuk muntah atau tersedak saat penggunaan bius total.

Bahkan mereka yang diperbolehkan makan atau minum lebih banyak dilaporkan memiliki durasi persalinan yang lebih pendek, yaitu rata-rata hanya selama 16 menit, dibandingkan dengan yang makannya dibatasi.

Berghella beralasan, bila seorang ibu yang akan melahirkan mendapatkan hidrasi yang baik dan memiliki kecukupan karbohidrat dalam tubuhnya, maka otot-otot tubuhnya akan bekerja lebih baik.

"Rahim itu kan sebagian besar terdiri atas otot, sehingga bila asupannya terjaga, persalinan menjadi lebih mudah," katanya seperti dilaporkan Reuters.

Temuan ini juga diamini oleh hasil studi lainnya yang mengungkapkan bahwa wanita yang memperoleh banyak cairan dapat melahirkan lebih cepat daripada yang tidak.

Baca juga: Saat Proses Persalinan, di Waktu-waktu Ini Ibu Boleh Mulai Mengejan (lll/lll)

Berita Terkait