Kenali, Kondisi pada Anak yang Bisa Jadi Gejala Leukemia

Kenali, Kondisi pada Anak yang Bisa Jadi Gejala Leukemia

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 21 Feb 2017 07:41 WIB
Kenali, Kondisi pada Anak yang Bisa Jadi Gejala Leukemia
Foto: thinkstock
Jakarta - Leukemia merupakan jenis kanker yang banyak terjadi pada anak-anak. Untuk itu, penting sekali mengenali gejala leukemia.

dr Edi Tehuteru SpA(K) dari RS Dharmais mengatakan leukemia berkaitan dengan sumsung tulang yang ia ibaratkan sebagai pabrik darah merah, darah putih, dan keping darah atau trombosit.

"Saat pabrik ini nggak produksi darah merah, maka anak akan pucat. Terus kalau produksi darah putihnya kurang, anak jadi mudah infeksi yang ditandai dengan demam yang tak kunjung membaik," tutur dr Edi dalam temu media di Gedung Direktorat P2PTM, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika kekurangan trombosit, maka mudah terjadi perdarahan dan bisa muncul seperti bintik-bintik merah. Ditekankan dr Edi, jika pada anak dijumpai ketiga gejala atau dua gejala, maka segera konsultasi ke dokter.

"Ini untuk konfirmasi. Memang belum tentu kanker. Kalau memang kanker itu lebih baik karena ditemukan dini," ujar dr Edi.

Baca juga: Ada Riwayat Retinoblastoma, Anak Perlu Cek Mata Rutin Sejak Bayi

Sementara, ketika sel kanker sudah menyebar bisa muncul gejala di antaranya limpa membesar, gusi bengkak, testis mengeras dan salah satu testis menurun, serta ngilu di tulang. Kadang kala, nyeri di tulang membuat anak ingin digendong terus, sebab ia akan kesakitan saat berjalan.

Hadir dalam kesempatan sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr Lily Sulistyowati MM mengatakan data nasional Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (Srikandi) tahun 2005-2007 menunjukkan kasus leukemia 2,8 per 100 ribu anak, retinoblastoma 2,4 per 100 ribu anak, osteosarkoma 0,97 per 100 ribu anak, limfoma 0,75 per 100 ribu anak, dan nasofaring 0,43 per 100 ribu anak.

"Kasus kanker pada anak 4,7 persen dari semua kasus kanker dan angka kematian 50-60 persen karena datang sudah stadium lanjut. Kalau sedini mungkin kita ketahui kanker pada anak, prognosanya akan lebih baik," kata dr Lily.

"Terutama untuk orang tua, ibu yang bekerja kadang kan suka nggak ngeh kalau ada sesuatu pada anak. Tolong lebih diperhatikan lagi anaknya, diperhatikan perkembangan anaknya," sambungnya.

Sementara, data di RS Dharmais menunjukkan kasus kanker anak 62 persen sudah stadium lanjut (di atas stadium 3). Lalu, kasus kanker stadium 1 ada 16,3 persen, stadium 2 jumlahnya 21,7 persen, stadium 3 sebanyak 25,7 persen, dan stadium 4 ada 36,3 persen. Jumlah terbanyak adalah kasus leukemia.

Baca juga: Retinoblastoma, Kanker pada Anak yang Paling Bisa Dideteksi Dini (rdn/vit)

Berita Terkait