Sabtu, 18 Mar 2017 19:00 WIB

Anak Sudah Usia 2 Tahun, Kapan Waktu Tepat Ia Berhenti Menyusu?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi balita (Foto: Thinkstock) Ilustrasi balita (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI pada anak sampai dia berusia 2 tahun atau lebih. Hanya saja, kapan sih tolok ukur 2 tahun 'lebih' itu?

"Sampai usia 2 tahun lebih, lebih dalam hal ini sampai anak bisa menyapih dirinya sendiri. Dengan syarat dampingi anak dengan memantau grafik pertumbuhan anak. Lalu perhatikan perkembangan kognitif, fisik, bicara, sosial dan emosionalnya. Untuk itu, penting sekali mempersiapkan anak jelang usia 2 tahun untuk berhenti menyusu (disapih) dengan cinta," kata dr Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC .

Hal itu disampaikan dr Wi dalam Media Gathering 'Life Style Solutions Tropical Party' yang diadakan Tiga Generasi dan Gabag di Titan Center, Bintaro, Tangerang, Sabtu (18/3/2017). Ia menambahkan, jelang usia 2 tahun anak bisa mulai diajak bicara dan diberi pengertian bahwa ia sudah besar dan perlu belajar minum cairan lain seperti air putih atau sari buah dengan gelas.

Baca juga: Cara Tepat Menyapih Anak untuk Ibu Bekerja

Kemudian, jangan lupa beri pujian saat anak mulai bisa tidur malam bisa tanpa rewel dan nyusu. Ayah juga bisa berperan dengan menemani anak tidur, memeluknya, atau menepuk-nepuk sebagai bentuk pengganti proses menyusu.

Rekomendasi WHO menyusui sampai 2 tahun atau lebih, artinya diharapkan bisa mendukung ibu menyusui sampai bayi usia 2 tahun. dr Wi menjelaskan, berdasarkan kajian antropologi menyapih diri sendiri bisa dilakukan anak sejak usia 6 bulan sampai 5 tahun atau 2 sampai 7 tahun. Dengan mempersiapkan anak disapih sebelum dia berumur 2 tahun, diharapkan anak tidak akan merasa terpaksa ketika berhenti menyusu di usia 2 tahun.

"Lama menyusu nggak akan bikin anak bermasalah, nggak ada cerita anak ASI makin lama disusui makin susah mandiri," ujar dr Wi.

Lagipula, seiring bertambahnya usia anak, anak sudah mendapat sumber nutrisi dari makanan lain. Kemudian, anak juga makin banyak beraktivitas dan lambat laun secara otomatis frekuensi menyusunya berkurang. Di atas usia 2 tahun, jika nutrisi anak terpenuhi dengan baik, frekuensi menyusunya paling-paling hanya 3 sampai 5 kali.

"Dari aspek nutrisi dikatakan bahwa ASI masih terus menyiapkan zat gizi pokok meski sudah lewat usia 1 tahun terutama protein, lemak, dan vitamin. Kemudian asam lemak untuk fungsi otak dan zat-zat untuk pertahanan tubuh. Menyusui bisa dilanjutkan selama ibu dan anak menginginkannya. Menyusui di atas usia 1 tahun adalah hal yang normal. Sampai anak usia 3 tahun menyusui masih boleh," kata dr Wi.

Keberhasilan menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih menurut dr Wi bisa dicapai dengan adanya dukungan dari berbagai pihak. Dengan meningkatnya tren menyusui di Indonesia, dikatakan dr Wi itu hampir menjadi lifestyle ibu muda. Ke depan, itu akan dipermudah dengan adanya dukungan seperti dukungan fasilitas, cuti melahirkan, dan peralatan menyusui.

"Pola hidup sehat, salah satunya dimulai dari tahap awal yakni pemberian ASI. Dengan kampanye #GaransiASI atau gerakan yakin memberi ASI didukung berbagai inovasi, diharapkan ibu menyusui bisa tetang dan tetap beraktivitas sambil terus dapar memberi ASI eksklusif untuk buah hatinya," tutur General Manager PT Gabag Indonesia Edwin Sundoro dalam kesempatan sama.

Baca juga: Anak Usia 2 Tahun Belum Mau Disapih, Adakah Efek Bagi Tumbuh Kembangnya?

(rdn/vit)