Rabu, 29 Mar 2017 18:01 WIB

Ikhtiar Mencegah Disabilitas pada Anak Sejak di Kandungan

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Disabilitas bisa terjadi pada anak sejak dilahirkan. Penyebabnya ada yang diketahui dan ada yang masih berselimut misteri. Yang bisa dilakukan hanyalah berikhtiar mencegah disabilitas tersebut sejak anak masih di kandungan.

Disabilitas membuat anak disebut berkebutuhan khusus. Nah, anak yang termasuk berkebutuhan khusus ini banyak macamnya, dari yang salah satu indranya tidak berfungsi dengan baik, kondisi langka, hingga ADHD maupun autisme.

dr Seema Sharma, dokter kandungan di Srishti-The Gynae Clinic mengatakan banyak orang tua yang bertanya-tanya apa yasalah sehingga anaknya lahir dengan kecacatan. "Nyatanya banyak kecacatan ini karena genetika yang alamiah atau berhubungan dengan paparan racun selama kehamilan," ucap dr Sharma, dikutip dari ZeeNews.

Jika masalahnya genetika, tentu orang tua tidak bisa berbuat banyak. Pun dengan kondisi atau penyakit langka yang penyebabnya masih misterius. Namun untuk mengurangi kecacatan, ibu hamil bisa berikhtiar misalnya dengan mengurangi paparan asap rokok.

Menteri Kesehatan RI Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K) beberapa waktu lalu mengatakan asap rokok bersifat karsinogen, sehingga paparan asap rokok dapat mengganggu pertumbuhan janin sehingga lahir cacat.

Pakar gizi komunitas Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum juga pernah menjelaskan terdapat hampir sekitar 4.000 jenis racun dan bahan kimia dalam rokok. Karena itu ketika menumpuk di dalam tubuh tentunya juga akan membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Ursula Koch, peneliti dari Freie Universitat Berlin dalam studinya menemukan bahaya nikotin tidak hanya dapat menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan rendah dan berisiko mengalami kematian bayi mendadak (sudden infant death) tapi juga gangguan pendengaran. Diketahui neuron yang berhubungan dengan koklea mengalami penurunan fungsi ketika bayi terpapar nikotin. Karena ketika sinyal dari saraf pendengaran tak terkirim dengan baik, bayi pun mengalami gangguan pendengaran.

Baca juga: Ini Pesan WHO untuk Cegah Kasus Kelainan Bawaan

Cara lain yang bisa dilakukan sebagai ikhtiar agar janin tetap sehat dan terhindar dari disabilitas adalah dengan berhati-hati menggunakan bahan kimia. Jika harus menggunakan kosmetik, dr Sharma menyarankan menggunakan kosmetik berkualitas yang dinyatakan aman oleh badan berwenang.

Hal senada disampaikan dr Joseph Sgroi, dokter spesialis kandungan sekaligus juru bicara Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists (RANZCOG). Kata dia, bahan kimia apapun yang digunakan dalam dosis besar bisa membahayakan bayi ataupun sang ibu.

Jika ada ibu hamil yang ingin mewarnai rambut, dr Sgroi menjelaskan bahwa bahan kimia dalam cat rambut baik permanen atau non-permanen, tidak mudah diserap oleh kulit yang utuh alias tidak mengalami lukan sehingga tidak akan berdampak negatif pada bayi. Karena itu jika sedang mengalami luka di kepala sebaiknya tunda dulu kegiatan ini.

dr Sgroi menyatrankan untuk meminimalisir paparan bahan kimia, ibu hamil bisa memilih cat rambut berbahan alami, misalnya pacar. "Ketika Anda mengecat rambut di rumah, lakukan prosedur standar seperti menggunakan sarung tangan, memastikan ventilasi udara baik, dan diamkan rambut yang sudah dicat selama waktu minimal yang dianjurkan," saran dr Sgroi sambil menambahkan untuk segera membilas cat rambut setelah waktu mendiamkannya dirasa cukup.

Jika masih khawatir, ada baiknya melakukan pewarnaan rambut setelah si kecil lahir.

Cara selanjutnya melindungi janin adalah dengan makan makanan yang bergizi. Ketika hamil, sebaiknya menahan diri untuk tidak makan makanan sembarangan. Karena jika tidak terjaga kebersihannya bisa membuat ibu hamil sakit, sehingga bisa berpengaruh juga pada janin yang dikandung. Perbanyak pula makan buah dan sayur, namun pastikan sudah dicuci dengan bersih ataupun diolah dengan baik.

Dr Poonam Khetrapal Singh, WHO Regional Director for South-East Asia pun mengingatkan para ibu hamil untuk menghindari konsumsi alkohol. Ingat, alkohol dan narkoba, bahkan dalam jumlah kecil diketahui mempengaruhi perkembangan otak janin.

WHO juga mendorong pencegahan kelainan bawaan dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asam folat dan iodin, menjauhkan bahan kimia berbahaya, hingga melakukan vaksinasi.

Baca juga: Paparan Nikotin Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran pada Anak

(vit/up)