Menurut DR dr Saptawati Bardosono, SpGK, MSc atau yang akrab disapa dr Tati, rasa manis pada dasarnya memang lebih disenangi oleh otak. Tak heran jika kemudian anak akan meminta terus-menerus diberikan makanan atau minuman yang bercita rasa manis.
Tak semuanya sama, tapi susu kemasan dengan varian rasa umumnya memiliki kandungan gula yang berbeda-beda. Ketika anak diberikan susu manis sebagai pengantar tidur, dr Tati menjelaskan hal ini bisa saja menimbulkan kerusakan pada gigi alias karies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan gulanya jadi menempel di gigi, lalu tidak sikat gigi karena tertidur. Gulanya akan mengundang bakteri jadi merusak gigi dan menimbulkan karies," tutur dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.
Selain itu, susu dengan kandungan gula tinggi juga jika dikonsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar gula pada tubuh si anak. dr Tati menjelaskan bahwa konsumsi gula terlalu banyak lama-kelamaan dapat membuat hormon insulin yang berfungsi mengatur kadar gula menjadi 'lelah' dan tidak bisa lagi menjalani tugasnya dengan baik.
"Gula darah pun jadi tinggi, risikonya bukan cuma diabetes tapi juga obesitas dan penyakit organ-organ lainnya," pesan dr Tati.
Untuk mencegah keinginan anak menjadi ketagihan asupan manis, orang tua menganjurkan orang tua untuk lebih cermat dalam memperkenalkan rasa manis. Termasuk mulai dari pemberian ASI. Menurut dr Tati, anak mulai mengenal rasa dimulai dari ASI, dan rasanya akan bergantung pada makanan ibu. Jadi, ibu bisa mulai membiasakan untuk tidak terlalu sering makan makanan manis saat menyusui.
Baca juga: Catat! Kebiasaan-Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Anak Berlubang
(ajg/vit)











































