Senin, 10 Apr 2017 08:07 WIB

Pentingnya Komunitas untuk Wadah Berbagi Para Orang Tua Baru

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Radian/detikHealth Foto: Radian/detikHealth
Jakarta - Komunitas bisa jadi salah satu wadah bagi Ayah dan Ibu saling berbagi. Nah, terutama bagi orang tua baru, seberapa penting sih dibentuknya komunitas, terlebih jika ditilik dari sisi psikologi?

"Sebenernya (penting) untuk media belaajr karena school of parents itu sebenernya penting, supaya nggak hanya dari baca aja (orang tua bisa mendapat pengetahuan), tapi juga bisa berdiskusi secara langsung," psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi.

"(Komunitas orang tua) Ini bagus banget dilakukan, kalau perlu ada kurikulum. Memang jadinya dia sekolah rutin dan dia dapat sesuatu yang baru entah cuma seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali yang penting ada hal baru yang didapat tentang parenting dan itu dilakukan berdasar usia anak," tambah Ratih di sela-sela Marchvelous yang digelar BCMarch di Plaza City Tower, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2017).

Jarak usia anak umumnya dibagi menjadi 0-12 bulan, 12-18 bulan, 18-24 bulan, 24-36 bulan, 36-48 bulan, dan 48-60 bulan. Setelah lebih dari 3 tahun, jaraknya sudah satu tahun.

Pentingnya Komunitas untuk Wadah Berbagi Para Orang Tua BaruFoto: Radian/detikHealth


Baca juga: Manfaat Blueberry Bagi Ibu Baru: Bikin Happy dan Cegah Baby Blues

Nah, Birth Club March (BCMarch) 2016 merupakan salah satu komunitas orang tua dengan anak yang lahir di bulan Maret. Salah satu anggota BCMarch 2016, Nenden Alifa (25) mengatakan komunitas ini terbentuk sejak dirinya hamil, sekitar tahun 2015 dengan anggota 10 orang. Kini, sudah ada 45 anggota.

"Ngebantu banget ya. Terutama untuk ibu baru. Kita sering tukar info berdasarkan tahapan perkembangan anak, semuanya, dari ASI, MPASI, terus sekarang nih kan anak ada yang belajar ngerangkak, jalan," kata Nenden.

Ibu satu anak ini mengatakan terutama pasca melahirkan, adanya komunitas ini amat membantunya. Misalkan, saat malam hari harus 'begadang' karena si kecil rewel, ada teman sesama ibu yang bisa diajak ngobrol lewat grup WhatsApp.

"Jadi seneng ada temennya yang senasib seperjuangan," ujarnya sembari tertawa. Memang, kata Nenden ada perbedaan antara orang tua baru dan yang sudah memiliki anak. Umumnya mereka yang sudah memiliki anak cenderung lebih santai saat menghadapi masalah yang dibicarakan di komunitas tersebut.

Pentingnya Komunitas untuk Wadah Berbagi Para Orang Tua BaruFoto: Radian/detikHealth

Baca juga: Ibu Ini Menarik Sendiri Bayinya Saat Melahirkan


(rdn/vit)
News Feed