Sabtu, 20 Mei 2017 13:05 WIB

Fungsi 'Cuci Hidung' pada Anak Seperti Video Viral di Medsos

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Baru-baru ini, beredar video viral di media sosial di mana anak di bawah usia tiga tahun (batita) diberi 'cuci hidung'. Disebutkan, si anak yang bernama Emilie diberi cuci hidung sehingga napasnya lebih lega. Sebetulnya, apa sih fungsi prosedur ini?

"Ini digunakan pada kasus penyakit terutama penyakit radang saluran pernapasan. Mau nyerang anak atau dewasa tetap ada indikasi, ya kita cuci hidungnya," kata dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari RS Mayapada Tangerang saat dihubungi detikHealth, Jumat (19/5/2017).

"Kan hidung pintu utama saluran pernapasan yang memiliki banyak fungsi. Bisa menyaring kuman, juga menghangatkan dan melembapkan udara. Jadi pada saat terjadi infeksi misal kena sinusitis, rhinosinusitis, atau alergi yang menyebabkan hidung mampet berkepanjangan, pada anak bisa dilakukan tindakan cuci hidung mungkin sekali sehari," tambah dr Marlyn.

Ia menambahkan, tindakan cuci hidung layaknya menyikat gigi dengan tujuan membersihkan kuman dari rongga mulut. Di hidung pun, kata dr Marlyn ada rongga dan sinus terutama sinus maxillaris yang paling sering menjadi tempat ingus terkumpul. Sehingga, ketika dilakukan cuci hidung, maka ingus dan kotoran lain yang terkumpul di sinus maxillaris bisa hilang.

Baca juga: Penjelasan Dokter Soal Video Viral Batita Diberi 'Cuci Hidung'

Lantas, apakah anak yang mengalami radang saluran pernapasan dan membuat hidung mampet perlu mendapat cuci hidung? "Nggak semuanya, tergantung derajat beratnya infeksi. Kalau cuma batuk pilek ringan terus anak hidungnya mampet, bisa diobati pakai obat-obatan dan nggak perlu cuci hidung," tutur dokter yang juga praktik di Omni Hospitals Alam Sutera ini.

Saat anak batuk dan pilek sampai hidungnya mampet, dikatakan dr Marlyn bisa digunakan nassal spray untuk membantu meredakan keluhan hidung tersumbat. dr Marlyn menuturkan nassal spray merupakan cairan garam fisiologis yang sama dengan NaCl 0,9 persen. Hanya saja, fungsinya bukan untuk irigasi tapi cenderung untuk melembapkan hidung yang kering misalnya karena lama berada di ruangan ber-AC.

"Kan ada anak yang jarang aktivitas di luar rumah dan dia lama di ruangan ber-AC . Nah, sering berada di ruangan AC menyebabkan mukosa hidung kering. Sehingga saat ada alergi, hidung agak mampet. Untuk mengatasinya bisa dipakai nassal spray untuk mengurangi mampetnya hidung, tapi untuk skala yang ringan ya," kata dr Marlyn.

Ia mengingatkan, ada nassal spray yang disesuaikan tekanannya sesuai usia anak misalnya 0-3 tahun dan 3-7 tahun. Sebab, ketika diberi semprotan hidung, tidak akan menganggu atau mengagetkan si anak. Ketika anak diberi tekanan yang terlalu kencang karena tidak sesuai dengan usianya, bukan tak mungkin anak akan mengalami trauma.

Baca juga: Bayi Bersuara 'Grok-grok' Saat Tidur, Pertanda Jalan Napas Tak Bersih?

(rdn/vit)