Sebuah penelitian yang dilakukan Public Health Ontario di Kanada terhadap 1.600-an orang tua menemukan, satu-satunya kunci kecukupan tidur anak terletak pada ketegasan orang tua untuk menentukan jam tidur mereka.
Menariknya, peneliti menambahkan, ketika meminta anaknya tidur, orang tua diminta untuk benar-benar tegas menentukan jam berapa si anak harus berangkat tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menemukan bahwa metode mendorong semacam ini kurang efektif diberlakukan untuk anak, baik di hari sekolah maupun di akhir pekan," tandas peneliti, Dr Heather Manson seperti dilaporkan Daily Mail.
Baca juga: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Tumbuh Kembang Anak Tak Maksimal
Sayangnya, banyak orang tua dalam studi yang memberikan kelonggaran jam tidur kepada anak-anak mereka di akhir pekan. Padahal kelonggaran ini bisa mendorong si anak untuk menggunakan gadget atau melakukan hal lain yang membuat pola tidurnya berantakan lagi.
"Lain halnya jika orang tua sudah membiasakan anak untuk tidur di jam yang sama di hari apapun, maka anak juga lebih mudah diminta tidur meski di akhir pekan," lanjut Manson.
Baca juga: 4 Hal Penting Soal Tidur Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua
Seperti kita tahu, anak yang kurang tidur cenderung tumbuh dengan risiko obesitas, memiliki capaian akademis yang kurang memuaskan serta sulit mengendalikan emosinya.
Begitu juga dengan orang tuanya. Orang tua dari anak yang kurang tidur cenderung mudah stres, bahkan bisa memicu pertengkaran di antara ayah dan ibu. (lll/up)











































