Seperti dikatakan dr Hari Nugroho SpOG, sebaiknya dihindari dulu pemakaian high heels selama masa kehamilan. Kalaupun harus dipakai janganlah dipakai tiap hari, tetapi sesekali saja.
"Sebaiknya setelah usia kandungan 12 minggu jangan memakai high heels. High heels ini mengakibatkan perubahan postur bahkan pada orang tidak hamil," kata dr Hari dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (20/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kehamilan, karena beban semakin besar di tubuh bagian depan, maka semakin besar pula kompensasi dari otot untuk menahan beban. Lebih lanjut, dr Hari menuturkan saat usia kehamilan 12 minggu posisi janin baru akan 'keluar' dari rongga panggul. Akibatnya, distribusi berat tubuh pun berubah.
Kontraksi otot untuk kompensasi perubahan berat ini mengakibatkan nyeri karena kontraksi otot yang lama. "Makin besar usia kehamilannya dan makin tinggi high heelsnya, makin berat kompensasi tubuh kita," imbuh dr Hari.
Senada dengan dr Hari, dr Sita Ayu Arumi SpOG dari RS Bunda Jakarta sepakat jika selama hamil, wanita sebaiknya menghindari high heels karena bisa membuat tulang dekat jari kaki tertekan dan terasa sakit. Sejak awal kehamilan hindarilah penggunaan sepatu hak tinggi.
"Kalau mau pakai yang hak-nya di bawah tujuh cm. Tapi lebih baik pilih alas kaki yang longgar, nyaman, dan ber-hak pendek atau flat. Kalau sepatunya terlalu pas, kaki akan terasa sakit apalagi jika bagian depan sepatu tertutup bisa menimbulkan tekanan lebih pada jari kaki," terang dr Sita.
(rdn/up)











































