Kehamilan seharusnya terjadi pada perempuan dewasa yang organ reproduksinya sudah matang. Tapi di Meksiko sekitar 24 persen kehamilan dan kelahiran yang terjadi disumbang oleh kaum remaja.
Pihak berwenang telah memastikan bahwa sekitar 24 persen dari 2 juta kelahiran per tahun yang terjadi di Meksiko berasal dari perempuan berusia 14-19 tahun. Hasil ini disampaikan oleh Alejandro Rosas Solis, wakil direktur seksual dan kesehatan reproduksi di National Center for Equity, Gender and Reproductive Health.
Lebih dari 60 persen kehamilan pada remaja adalah sesuatu yang tidak direncanakan oleh pasangan ini, kebanyakan dari remaja ini tidak menggunakan kondom atau alat kontrasepsi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehamilan remaja juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan bayi yang baru lahir seperti berat badan lahir rendah, paru-paru yang belum matang dan masalah sistem pengaturan suhu tubuh yang bisa membahayakan jiwa anak," ujar Rosas Solis, seperti dikutip dari MedIndia, Kamis (12/4/2012).
Dampak panjang lain yang mungkin timbul adalah remaja yang sudah menjadi ibu ini merasa ambisi hidupnya terhalang karena ia harus meninggalkan studinya dan juga memiliki prospek kerja yang terbatas karena sudah memiliki anak.
Rosas Solis menuturkan kurangnya penggunaan metode kontrasepsi dalam hubungan seksual pertama kali akan meningkatkan risiko mengalami kehamilan yang tidak direncanakan serta tertular penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.
"Kita perlu bicara dengan anak-anak mengenai seksualitas karena ini merupakan aspek penting dari manusia. Sangat penting memberitahu remaja bahwa semua perilaku seksual memiliki dampak sehingga harus membuat keputusan yang tepat," ujar Rosas Solis.
Hamil di bawah usia 20 tahun risiko untuk meninggal saat melahirkan 2 kali lebih besar dibanding dengan perempuan berusia 20-35 tahun. Hal ini karena organ reproduksinya belum benar-benar siap sehingga rentan mengalami komplikasi.
(ver/ir)










































