Peneliti percaya diet yang melibatkan banyak lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fats) seperti dari buah berwarna hijau, minyak zaitun, kacang, almond dan jambu mete tersebut dapat membantu wanita agar bisa hamil sealami mungkin.
Sebaliknya makan makanan yang mengandung lemak jenuh (saturated fats) seperti pada produk susu dan daging merah justru bisa merusak kesuburan wanita. Asupan lemak jenuh yang tinggi juga sudah seringkali dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa wanita yang makan lemak tak jenuh tunggal terbanyak memiliki kemungkinan hamil melalui IVF hingga tiga kali lipat dibandingkan wanita yang makan paling sedikit.
Sebaliknya, wanita yang makan makanan lemak jenuh terbanyak menghasilkan sel-sel telur dua kali lebih sedikit daripada yang makan paling sedikit, padahal jumlah sel-sel tersebut-lah yang menentukan cocok tidaknya wanita yang bersangkutan untuk menjalani prosedur fertilisasi dengan tabung tersebut.
Namun Dr. Chavarro memperingatkan bahwa studi ini masih terbilang kecil dan temuannya perlu direplikasi dalam cakupan yang lebih besar sebelum akhirnya direkomendasikan kepada para calon ibu.
"Profil lemak terbaik ini bisa Anda dapatkan dalam diet Mediterania namun kami tak tahu secara pasti apakah diet ini akan bermanfaat atau berbahaya," kata Dr. Chavarro seperti dilansir dari telegraph, Kamis (5/7/2012).











































