Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Pediatrics mengamati 97 orang ibu. Sebanyak 38 orang di antaranya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tidak ada peserta yang menderita diabetes.
Penelitian menemukan bahwa bayi dari ibu kelebihan berat badan lebih sedikit memiliki massa lemak esensial dibandingkan yang lahir dari dengan ibu berat badan normal. Massa lemak ini penting dalam perkembangan otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menemukan banyak anak-anak yang tidak tumbuh secara normal. Jika apa yang kami temukan benar adanya, maka ini menunjukkan bahwa epidemi obesitas sudah merugikan anak-anak sejak masih di dalam kandungan. Maka menangani risiko obesitas sebelum ibu melahirkan adalah hal yang penting karena efek negatifnya dapat mempengaruhi generasi berikutnya," kata peneliti, Katie Larson Ode, asisten profesor klinis di University of Iowa seperti dilansir Medical Daily, Selasa (7/8/2012).
Sebuah penelitian tahun 2010 yang dipublikasikan Journal of American Medical Association menemukan bahwa 6 dari 10 wanita Amerika berusia subur mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Anak-anak dari ibu yang kelebihan berat badan atau obesitas ini umumnya berat badannya lebih rendah dibanding anak dari ibu dengan berat badan normal.
Anak dari ibu obesitas ini juga lebih berisiko berat badannya bertambah dengan cepat ketika remaja sehingga menjadi kelebihan berat badan. Ujung-ujungnya, hal ini akan memicu sejumlah masalah kesehatan seumur hidup.
"Pesan dari penelitian ini adalah jangan panik. Dokter anak awalnya melihat pertumbuhan yang lambat dan menganggap anak tidak mendapat nutrisi yang cukup. Tapi kami percaya bayi sebenarnya mendapatkan banyak nutrisi," kata Larson Ode.
Menurut para peneliti, ada 2 alasan utama mengapa bayi dari wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas secara fisik lebih lambat perkembangannya, yaitu karena peradangan dan lingkungan rahim.
Sel-sel lemak yang biasanya membantu menekan sistem kekebalan tubuh menjadi aktif pada orang dewasa yang kelebihan berat badan. Pertarungan antara sel lemak dan sistem kekebalan tubuh pada ibu hamil ini dapat menyebabkan peradangan pada bayi yang sedang berupaya mengembangkan sistem kekebalan di dalam rahim. Akibatnya, energi yang digunakan untuk perkembangan bayi berkurang.
Selain itu, asam lemak yang diturunkan dari hormon pertumbuhan ibu dengan kelebihan berat badan akan memperlambat produksi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis untuk mengatur pertumbuhan fisik janin. Maka ketika bayi lahir tak lagi bergantung pada ibu, kelenjar hipofisisnya tidak cukup berkembang dengan baik untuk mengisi kekosongan itu.










































