Berikut 4 komplikasi yang dapat terjadi pada vagina setelah persalinan, seperti dilansir healthline, Kamis (04/10/2012) antara lain:
1. Infeksi
Vagina dihuni oleh berbagai jenis bakteri, sehingga luka pada lapisan vagina dapat menyebabkan infeksi. Kebanyakan kasus, infeksi ini hanya melibatkan jaringan luar vagina dan mudah diobati dengan menggunakan antibiotik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Hematoma
Bila pendarahan tidak kunjung berhenti berhenti selama masa perbaikan jahitan vagina, darah dapat mengumpul dan membentuk hematoma. Dalam kasus pembentukan hematoma, jahitan harus kembali dibuka untuk mengalirkan darah dan memungkinkan penyembuhan normal.
Setelah daerah jahitan selesai dibersihkan, luka dapat dijahit sekali lagi atau dibebaskan agar dapat sembuh secara alami dari waktu ke waktu.
3. Kebocoran tinja atau gas
Jahitan vagina akibat proses kelahiran pada derajat ketiga dan keempat dapat mengakibatkan disfungsi sfingter anal, sehingga menyebabkan kebocoran gas atau tinja dari anus. Ketika ini terjadi, operasi tambahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki sfingter anal dan mengembalikan fungsi normalnya.
Masalah lain mungkin akan terjadi pembentukan fistula pada recto-vaginal, yaitu suatu bagian yang menghubungkan rektum ke vagina. Meskipun komplikasi ini sangat jarang terjadi, tetapi jika terjadi, pasien mungkin mengalami gejala seperti kebocoran gas atau tinja dari vagina. Fistula memerlukan perbaikan dengan cara operasi.
4. Serviks lemah
Kerusakan pada leher rahim selama persalinan dapat melemahkan leher rahim dan menyebabkan masalah pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut serviks lemah. Kondisi dimana leher rahim tidak cukup kuat menahan kehamilan, meningkatkan risiko lahir prematur, dan menempatkan pada kehamilan berisiko.
(ir/ir)










































