Komplikasi pada Vagina yang Mungkin Terjadi Setelah Persalinan

Komplikasi pada Vagina yang Mungkin Terjadi Setelah Persalinan

Linda Mayasari - detikHealth
Kamis, 04 Okt 2012 17:33 WIB
Komplikasi pada Vagina yang Mungkin Terjadi Setelah Persalinan
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta - Setelah proses persalinan selesai, kebanyakan wanita harus mendapatkan beberapa jahitan pada vaginanya yang robek dan akan dapat sembuh dengan sendirinya dari waktu ke waktu. Tetapi pada beberapa kasus, luka bekas jahitan dapat mengalami komplikasi yang parah.

Berikut 4 komplikasi yang dapat terjadi pada vagina setelah persalinan, seperti dilansir healthline, Kamis (04/10/2012) antara lain:

1. Infeksi
Vagina dihuni oleh berbagai jenis bakteri, sehingga luka pada lapisan vagina dapat menyebabkan infeksi. Kebanyakan kasus, infeksi ini hanya melibatkan jaringan luar vagina dan mudah diobati dengan menggunakan antibiotik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi pada beberapa kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat memburuk dan terjadi hingga ke jaringan dalam vagina dan mungkin sulit untuk diobati menggunakan antibiotik saja. Dalam kasus ini, jahitan bekas proses persalinan mungkin perlu dibuka kembali untuk mengatasi infeksi.

2. Hematoma
Bila pendarahan tidak kunjung berhenti berhenti selama masa perbaikan jahitan vagina, darah dapat mengumpul dan membentuk hematoma. Dalam kasus pembentukan hematoma, jahitan harus kembali dibuka untuk mengalirkan darah dan memungkinkan penyembuhan normal.

Setelah daerah jahitan selesai dibersihkan, luka dapat dijahit sekali lagi atau dibebaskan agar dapat sembuh secara alami dari waktu ke waktu.

3. Kebocoran tinja atau gas
Jahitan vagina akibat proses kelahiran pada derajat ketiga dan keempat dapat mengakibatkan disfungsi sfingter anal, sehingga menyebabkan kebocoran gas atau tinja dari anus. Ketika ini terjadi, operasi tambahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki sfingter anal dan mengembalikan fungsi normalnya.

Masalah lain mungkin akan terjadi pembentukan fistula pada recto-vaginal, yaitu suatu bagian yang menghubungkan rektum ke vagina. Meskipun komplikasi ini sangat jarang terjadi, tetapi jika terjadi, pasien mungkin mengalami gejala seperti kebocoran gas atau tinja dari vagina. Fistula memerlukan perbaikan dengan cara operasi.

4. Serviks lemah
Kerusakan pada leher rahim selama persalinan dapat melemahkan leher rahim dan menyebabkan masalah pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut serviks lemah. Kondisi dimana leher rahim tidak cukup kuat menahan kehamilan, meningkatkan risiko lahir prematur, dan menempatkan pada kehamilan berisiko.

(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads