Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menunjukkan bahwa wanita yang obesitas dapat membatasi kenaikan berat badan selama kehamilan tanpa membahayakan bayi dan dirinya sendiri.
Institute of Medicine (IOM) di Amerika merekomendasikan bahwa idealnya berat badan wanita gemuk hanya akan bertambah hingga 5 sampai 9 kilogram selama kehamilan, seperti dilansir Body Science Medical, Selasa (13/11/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para peneliti, wanita gemuk dapat mengurangi kelebihan berat badan selama kehamilan, untuk manfaat kesehatannya sendiri dan untuk mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan karena kegemukan.
Wanita obesitas memiliki peningkatan risiko komplikasi kehamilan, termasuk yang berhubungan dengan diabetes, tekanan darah tinggi, dan berat lahir bayi tinggi yang memerlukan operasi caesar pada proses kelahiran. Penelitian menunjukkan bahwa ketika wanita gemuk mempertahankan berat badan atau kehilangan sedikit berat badan selama kehamilan, tidak akan mengganggu pertumbuhan janin, tetapi juga dapat mengurangi risiko berat lahir tinggi pada bayi.
Tetapi Anda tidak perlu melakukan diet ketat selama hamil, karena Anda dapat kekurangan nutrisi penting yang diperlukan oleh bayi. Peneliti menyarankan agar wanita gemuk yang hamil lebih memperhatikan pola makannya, menerima konseling makanan sehat dari dokter, dan mengisi buku harian makanan untuk melacak kalori.
Dalam studi tersebut, peneliti menggabungkan hasil dari 4 penelitian yang khusus mengamati konseling diet. Peneliti menemukan bahwa dari 537 peserta penelitian, wanita obesitas yang hamil yang memperoleh bantuan diet melalui konseling efektif mempertahankan berat badannya hingga tidak lebih dari 9 kilogram.
(vit/vit)










































