Beberapa studi telah menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke janin, menghambat pembentukan sel tubuh bayi, keguguran, berat lahir bayi rendah, dan bahkan mengganggu pernapasan dan detak jantung bayi yang baru lahir.
Para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein hingga 200 mg per hari. Hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten, namun kebanyakan studi menunjukkan bahwa konsumsi kafein lebih dari 300 mg per hari kafein berkaitan dengan risiko keguguran hingga 2 kali lipat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi kafein juga tidak hanya berpengaruh pada kesehatan bayi selama kehamilan saja, tetapi juga ketika menyusui karena bayi dapat memperoleh asupan kafein melalui ASI. Padahal organ hati bayi belum mampu bekerja secara optimal untuk memecah atau menyingkirkan kafein.
Akibatnya kafein tersebut akan terakumulasi dalam tubuh mungil bayi dari waktu ke waktu dan pada akhirnya dapat meningkatkan kecemasan, emosional dan gangguan tidur pada bayi. Tetapi bayi lebih mudah terpapar kafein selama kehamilan daripada saat menyusui.
"Selama kehamilan, kafein lebih bebas melintasi plasenta sedangkan ketika menyusui, kafein tidak sepenuhnya tercampur ke dalam ASI yang diminum bayi. Wanita menyusui yang mengonsumsi rata-rata 750 mg kafein per hari, hanya memiliki kandungan kafein sebanyak 4,3 mikrogram per mililiter ASI," kata Dr. Ringland S. Murray, MD, ahli endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Tennessee.
Ketika hamil dan menyusui, Anda harus memperhatikan jumlah asupan kafein yang aman dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan bayi. Kafein memiliki sifat adiktif, sehingga jika Anda telah terbiasa minum kopi dan tiba-tiba menghentikan kebiasaan tersebut, akan terjadi gejala penarikan seperti sakit kepala, kelesuan, dan lekas marah.
Seperti dikutip dari SheKnows, Kamis (22/11/2012), cobalah langkah-langkah untuk membantu Anda menghentikan kebiasaan mengonsumsi kafein berikut ini:
1. Kurangi jumlah kopi yang Anda minum selama seminggu
2. Beralih ke kopi tanpa kafein, tapi ingat bahwa kopi tanpa kafein tidak berarti bebas kafein
3. Membatasi konsumsi soda, satu kaleng soda mengandung 40 mg kafein
4. Perhatikan jumlah kafein setiap kali makan makanan berkafein seperti cokelat (60 mg), kuaci bunga matahari (140 mg) atau pil pereda nyeri (130 mg).
(/)











































