Morning sickness akut yang dialami oleh Kate Middleton menyebabkan mual dan muntah yang bisa berlangsung hingga 5 bulan, atau dalam kasus tertentu bisa sampai bayi lahir. Kondisi ini dikenal dengan hypermeresis gravidarum yang mempengaruhi 1-2 persen perempuan pada trimester pertamanya.
Para ahli mengungkapkan hal ini dapat menyebabkan dehidrasi parah dan menempatkan ibu serta bayinya berisiko kehilangan atau kekurangan nutrisi penting. Terkadang perempuan hamil ini bisa muntah sampai 30 kali sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu hamil ini cenderung tidak bisa makan dan minum yang membuat berat badannya menurun. Untuk itu perawatan di rumah sakit sangat penting karena tanpa infus dan cairan yang masuk bisa menyebabkan dehidrasi parah.
"Diagnosis diberikan ketika perempuan tidak bisa menerima makanan atau cairan karena muntah terus menerus, agar kondisinya tidak memburuk dan untuk menjaga nutrisi di tubuh mereka harus dirawat di rumah sakit," ujar konsultan obstetri, Daghni Rajasingam dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (4/12/2012).
Rajasingam menuturkan kondisi tersebut diperkirakan akibat peningkatan kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) atau hormon kehamilan yang bertambah setelah proses pembuahan.
Kehamilan seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan dan bahagia, tapi kondisi ini bisa membuat perempuan merasa mengerikan karena waktunya tidak bisa diprediksi sampai kapan, bisa hanya beberapa minggu namun dapat pula lebih lama lagi.
"Perempuan yang didiagnosis ini harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk memastikan kondisinya stabil sehingga tidak membahayakan ibu dan bayinya," ujar Dr David Williams, konsultan obstetri dari Institute for Women’s Health, University College London Hospital.
Pengobatan yang diberikan meliputi suntikan antikoagulan heparin untuk memberikan perlindungan terhadap pembekuan darah yang dipicu dehidrasi, suplementasi vitamin B, serta infus salin intravena.
Jika ibu hamil mendapatkan penanganan yang tepat hingga kondisinya stabil, maka risiko kesehatan yang mungkin dialami oleh bayi dan ibu hamil akan semakin kecil.
(ver/nvt)











































