Studi baru dari Finlandia menemukan terapi kelompok bisa membantu perempuan menghindari operasi caesar yang mahal dan berisiko, terutama pada ibu yang takut melahirkan pertama kali.
Hasil studi mendapatkan sebelum mengikuti konseling hampir setengah dari partisipan memilih operasi caesar. Tapi setelah mengikuti sesi terapi hanya sepertiga ibu saja yang memilih operasi caesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rouhe menuturkan kebanyakan perempuan dengan rasa takut tidak datang ke rumah sakit untuk konsultasi, sehingga ia menyimpan sendiri kecemasan dan ketakutannya yang justru membuatnya memilih operasi caesar.
Sejumlah inisiatif telah dilakukan untuk mengurangi angka operasi caesar pada persalinan pertama, misalnya dengan menginduksi persalinan sehingga menunda penawaran operasi caesar.
Pada studi ini peneliti melibatkan ratusan ibu yang baru pertama kali hamil dan takut melahirkan. Gejala ketakutan yang intens termasuk panik, mimpi buruk tentang persalinan dan ingin melahirkan secara caesar.
Peneliti kemudian membagi ibu hamil ini jadi 2 kelompok, yang mana 90 ibu hamil menerima 6 kali sesi terapi kelompok yang dipimpin seorang psikolog, sedangkan 240 ibu hamil menerima perawatan standar.
Selama sesi terapi, para calon ibu akan diberikan gambaran proses persalinan yang tenang dan disamakan dengan imajinasi damai seperti berada dalam taman bunga yang bermekaran.
Ketika tiba saatnya melahirkan, sekitar 66 persen perempuan yang ikut terapi memilih melahirkan secara normal lewat vagina. Sedangkan dari kelompok kontrol hanya 47 persen saja yang melahirkan normal.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam British Journal of Obstetrics and Gynaecology (BJOG).
(ver/vit)











































