Pada Desember 2012 lalu, kate diberitakan mengalami mual akut atas kehamilannya setelah diperiksa di sebuah rumah sakit di London. Pada saat itu semua orang mengira gejala yang dirasakan Kate merupakan hal normal yang dirasakan mayoritas wanita pada masa kehamilan.
Namun, situasi tampaknya jauh lebih parah sekarang. Dikutip dari Boldsky, Senin (28/1/2012), Kate Middleton kemungkinan menggunakan hipnosis sebagai upaya menyingkirkan pikiran negatif tentang makanan. Apalagi perawatan yang diberikan rumah sakit selama tiga hari masih belum dapat menyembuhkan The Dutchess of Cambridge ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Morning sickness berkepanjangan ini tentu mengkhawatirkan. Sebab saat ini kehamilan Kate telah memasuki trisemester kedua. Biasanya di fase ini, rasa mual atau morning sickness yang umum dirasakan pada trimester pertama kehamilan akan mereda. Dokter meyakini Kate memiliki rasa mual yang cukup parah yang biasa disebut hiperemesis gravidarum. Kondisi ini cukup langka, sebab 80 persen wanita yang mengalami rasa mual selama kehamilan, hanya 1 hingga 2 persen yang mengalami hiperemesis gravidarum.
Hiperemesis gravidarum tidak hanya mengubah bentuk perut, tetapi juga membuat tubuh dehidrasi. Kasus ini pernah dialami Charlotte Bronte, penulis ‘Jane Eyre’. Bronte meninggal akibat dehidrasi berat saat bulan keempat kehamilannya. Meskipun Bronte tidak didiagnosis apapun saat itu, namun dokter yakin Bronte menderita hiperemesis gravidarum.
Kabar baik untuk Kate dan keluarga kerajaan adalah kondisi ini bisa disembuhkan. Beredar kabar The Duchess menggunakan hipnosis untuk mengatasi masalah kehamilan. Namun kabar ini masih belum dapat dikonfirmasi. Kabar Kate menggunakan hipnoterapi untuk mengatasi kehamilannya inidisampaikan teman dekatnya kepada salah satu tabloid di Australia. Hipnoterapi dijadikan cara untuk membuang rasa negatif yang dirasakan Kate dari makanan. Melalui hipnoterapi, rasa negatif itu diganti dengan rasa ‘ngidam’ sehingga bisa mengonsumsi makanan bergizi.
Lalu apakah Kate akan melahirkan di Istana sebagaimana tradisi Kerajaan Inggris? Sebelumnya, Ladi Diana tidak menggunakan tradisi ini dan lebih memilih melahirkan di rumah sakit. Mempertimbangkan kondisi akut morning sickness yang dirasakan Kate, apakah dia akan melahirkan di Istana atau mengikuti jejak mendiang ibu mertuanya? Kita lihat saja.
(/)











































