Ibu hamil yang rajin berolahraga selama hamil, diketahui memiliki anak-anak yang lebih ramping dan otaknya dapat berkembang dengan optimal. Olahraga tersebut juga harus disesuaikan dengan kondisi kehamilan, dimana gerakan tertentu mungkin dapat membahayakan kondisi kehamilan hingga keguguran.
Sebelum memulai setiap jenis program latihan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah latihan tersebut aman dilakukan. Seperti ditulis Everyday Health, Kamis (21/32013) berikut adalah beberapa aturan dasar latihan kebugaran yang aman dilakukan selama kehamilan yaitu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Anda dapat melakukan olahraga seperti berjalan, berenang, dan bersepeda pada intensitas yang rendah hingga sedang selama 30 menit.
3. Jangan melewatkan olahraga, karena latihan perut dan punggung sangat penting ketika hamil. Olahraga dapat menjaga tubuh Anda tetap kuat menghadapi perubahan postural dan stabilitas hingga setelah melahirkan. Karena sit-up tidak lagi aman, beralihlah dengan berbaring menyamping, memposisikan tangan di lutut, dan berkonsentrasi pada area pusar serta tulang belakang.
4. Jangan berolahraga dengan mengangkat beban berat, melompat, atau gerakan menyentak, terutama selama trimester ketiga. Perubahan hormon selama trimester ketiga membuat tubuh terasa lebih lunak, sehingga mengangkat beban berat dapat menempatkan terlalu banyak tekanan pada tendon, ligamen, dan tulang yang membuat Anda lebih rentan terhadap cedera.
5. Jangan melakukan latihan yang mengharuskan Anda berbaring telentang, tujuannya untuk menghindari tekanan berlebihan pada tulang belakang. Masih banyak wanita hamil yang tidak mempercayai hal ini, tetapi tidak ada salahnya untuk menghindari hal-hal yang masih meragukan demi keamanan bayi.
6. Jangan biarkan suhu tubuh Anda melebihi 38 derajat Celcius. Pastikan untuk berolahraga di lingkungan yang sejuk karena Anda harus menjaga detak jantung di bawah 140 denyut per menit. Suhu tubuh yang terlalu panas ketika berolahraga dapat membuat jantung berdetak lebih cepat.
7. Jangan memilih olahraga seperti basket atau olahraga lain yang mungkin rentan terhadap hilangnya keseimbangan. Ingatlah bahwa pusat gravitasi Anda tidak aktif saat hamil, sehingga risiko untuk jatuh sangat besar ketika Anda melakukan olahraga yang ekstrim.
8. Jangan memutar atau menekan perut, batang tubuh atau tulang belakang. Ada banyak jenis olahraga yang melibatkan gerakan tersebut, bahkan yoga sekalipun. Pilihlah latihan yoga prenatal yang dikhususkan untuk wanita hamil, di mana tidak menyertakan gerakan tersebut.
9. Jangan berolahraga lebih dari 3 sampai 5 hari selama seminggu. Tubuh Anda butuh istirahat, jadi pastikan untuk tidak terlalu memaksakan diri berolahraga sesering mungkin. Berhentilah berolahraga ketika Anda mengalami salah satu gejala berikut, seperti pusing, pingsan, sakit kepala, sesak napas, kontraksi rahim, pendarahan vagina, dan jantung berdebar-debar.
(vit/vit)











































