Sebuah rumah sakit di Turki pun melakukan sejumlah persiapan untuk membantu proses persalinan Derya. Sebab hal ini merupakan kehamilan pertama dan akan menjadi proses melahirkan pertama yang dijalani perempuan dengan transplantasi rahim. Demikian dikutip dari ANI, Senin (15/4/2013).
Embrio diletakkan di rahim Derya oleh seorang spesialis di Akdeniz University Hospital, Turki. Juru bicara rumah sakit, Fusun Bas, mengatakan pada Jumat (12/4) pekan lalu bahwa dari hasil tes awal terdapat tanda-tanda kehamilan yang doharapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Derya mendapatkan transplantasi rahim dari seorang wanita yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Transplantasi tersebut dilakukan pada Agustus 2011 silam.
Dengan transplantasi tersebut, Derya menjadi wanita pertama di dunia yang menerima rahim dari donor mati. Operasi transplantasi dilakukan di Akdeniz University Hospital di kota Antalya, Turki.
Operasi ini melibatkan ahli bedah plastik terkemuka Omer Ozkan, tujuh dokter lain dan tujuh petugas kesehatan. Derya menghabiskan enam bulan di rumah sakit dan diberi obat penekan kekebalan yang kuat untuk menghentikan tubuhnya menolak rahim baru.
Transplantasi rahi bukannya tanpa risikp. Risikonya antara lain penolakan terhadap rahim baru hingga menimbulkan komplikasi fatal pada saat kehamilan. Dengan rahim baru, setiap bayi juga harus dilahirkan melalui operasi caesar dan obat yang dibutuhkan untuk mencegah rahim ditolak dapat meningkatkan risiko penyakit kanker dan pemicu seperti diabetes.
Sebelumnya, transplantasi rahim telah berhasil dilakukan pada hewan termasuk tikus dan domba. Pada manusia, operasi transplantasi rahim juga telah dilakukan pada seorang wanita di Arab Saudi pada tahun 2000. Tapi rahim yang diambil dari donor hidup, 'layu' setelah tiga bulan karena pembuluh darah yang digunakan untuk menghubungkannya terlalu sempit dan menjadi terhalang oleh gumpalan.
(/up)










































