Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), jumlah wanita yang ingin melahirkan di rumah terus meningkat. Sehingga dibutuhkan berbagai informasi dan rekomendasi tentang melahirkan di rumah.
"Bayi maupun calon ibu memiliki hak untuk mendapatkan perawatan terbaik. Kita harus bisa mendukung dimana pun calon ibu memilih untuk melahirkan," ungkap dr Kristi Watterberg, penulis utama HealthDay, seperti dikutip dari Red Orbit, Selasa (30/4/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AAP mengatakan tidak masalah jika calon ibu ingin melahirkan di rumah, selama ia tidak memiliki masalah kesehatan dan penyakit serius. Diungkapkan juga sebaiknya bayi yang dikandung dalam keadaan tunggal (tidak kembar) dan kepala bayi sudah menghadap ke bawah. Hal ini untuk mencegah timbulnya komplikasi lain.
Organisasi ini juga memberi saran untuk dokter. Jika pasien mereka ingin melahirkan di rumah, maka dokter harus memberitahu mereka fakta bahwa 10-40 persen wanita nantinya mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit akibat komplikasi yang tak terduga saat proses melahirkan.
Selama proses kelahiran di rumah, AAP merekomendasikan setidaknya 2 orang tenaga medis hadir, termasuk dokter atau bidan yang diketahui memiliki kemampuan menangani proses melahirkan.
Setelah bayi lahir, perawatannya pun juga harus bisa memenuhi standar praktik rumah sakit, termasuk memberi kehangatan, pemeriksaan fisik, skrining, vaksin jika diperlukan, serta segera memberikan bayi kepada ibu untuk diberi ASI.
"Seorang wanita yang berencana melahirkan di rumah memiliki banyak hal yang harus diperhatikan, seperti memastikan peralatan medis yang benar sudah ada dan staf yang mendampinginya juga harus berkualitas," ujar dr Peter Bernstein, seorang direktur program keselamatan perinatal di Montefiore Medical Center, New York City.
Meskipun peringatan seperti ini sudah ada dari para petugas medis, namun sebuah laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention menemukan jumlah kelahiran di rumah meningkat 20 persen antara tahun 2004 hingga 2008. Selain berbagai rintangan medis, banyak undang-undang dan peraturan negara yang membuat melahirkan di rumah masih sulit untuk dilakukan.
Apapun pilihan calon ibu, tetap harus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan tidak hanya dirinya, tetapi juga bayi yang dikandungnya. Persiapan juga sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi kemungkinan adanya risiko yang tidak diinginkan saat dan pasca melahirkan di rumah.
(up/up)











































