Risiko Obesitas dan Sakit Jantung Seseorang Ditentukan Sejak di Rahim

Risiko Obesitas dan Sakit Jantung Seseorang Ditentukan Sejak di Rahim

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 21 Mei 2013 17:00 WIB
Risiko Obesitas dan Sakit Jantung Seseorang Ditentukan Sejak di Rahim
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bukan rahasia umum lagi jika apapun yang dilakukan dan dikonsumsi wanita hamil akan berpengaruh bagi calon bayi yang dikandungnya. Tapi mungkin tak banyak yang tahu jika sebuah studi baru mengungkapkan bahwa kecenderungan seseorang untuk mengalami obesitas dan gangguan kesehatan lainnya saat dewasa sudah dapat ditentukan sejak dalam kandungan.

Itulah mengapa setiap wanita harus tahu berat badan dan kondisi kesehatannya selama masa kehamilan, bahkan ketika sebelum mengandung. Hal ini karena menurut tim peneliti dari British Nutrition Foundation (BNF), faktor-faktor tersebut dirasa memegang kunci penting dalam menjamin kesehatan jangka panjang bagi si anak.

Setelah mengamati aspek nutrisi dan perkembangan si bayi di tahun pertamanya, termasuk dampak kesehatan dan pola makan sang ibu terhadap bayinya sebelum melahirkan, BNF menyimpulkan bahwa obesitas, asma, alergi, penyakit kardiovaskular dan gangguan kesehatan lainnya sangat mungkin dipengaruhi oleh sang ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukti-bukti kami menunjukkan pertumbuhan janin yang buruk dapat dikaitkan dengan konsekuensi merugikan yang bersifat jangka panjang bagi kesehatan si bayi," tandas salah satu peneliti dari BNF, Profesor Tom Sanders seperti dilansir Daily Mail, Selasa (21/5/2013).

"Pertumbuhan janin yang buruk juga mempengaruhi perkembangan ginjal pada anak, termasuk membuat anak menjadi lebih sensitif terhadap efek peningkatan tekanan darah akibat konsumsi garam sehingga risiko penyakit kardiovaskularnya ikut meninggi," lanjutnya.

Begitu pula ketika peneliti mengamati penyebab obesitas pada sebagian besar orang, dari situ peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa peningkatan selera makan pada sejumlah orang bisa jadi telah 'diprogram' sejak dalam rahim karena pengaruh pola makan dan berat badan sang ibu.

Hal ini juga terlihat dari kondisi anak-anak di Inggris belakangan ini mengingat hampir separuh wanita yang berada dalam usia melahirkan di Inggris rata-rata mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, padahal kondisi ini bisa jadi penyebab munculnya siklus biologis dari obesitas ibu hamil yang dapat berujung pada gangguan kesehatan bagi si anak di kemudian hari.

"Berarti sekarang ada bukti yang menegaskan adanya hubungan biologis antara obesitas dan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan berat badan pada wanita berikut anak-anaknya," timpal Sara Stanner, manajer program sains dari BNF.

"Karena sekali bayi dikandung, kerangka biologis bagi kesehatan masa depannya telah ditentukan sejak saat itu, sehingga setiap wanita perlu meningkatkan status kesehatan mereka bahkan sejak sebelum mengandung. Apalagi tantangan utama yang dihadapi masyarakat di Inggris untuk mengatasi epidemi obesitas ini adalah adanya fakta bahwa sekitar separuh dari seluruh kehamilan yang terjadi di Inggris tidaklah direncanakan," tutupnya.



(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads