Rabu, 29 Mei 2013 11:22 WIB

Di Hawaii, Melahirkan Bayi Bisa Dibidani oleh Lumba-lumba

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas. Hewan laut ini bisa berkomunikasi melalui suara, juga dapat mengikuti instruksi yang diberi manusia. Saking cerdasnya, lumba-lumba di Hawaii bisa diperbantukan untuk membantu proses persalinan.

Tak lazim memang mendengar lumba-lumba bisa membantu persalinan. Penasaran, mungkin itulah yang ada di benak pasangan suami istri Heather (27 tahun) dan Adam Barrington (29 tahun) asal Carolina Selatan. Mereka tengah menunggu kedatangan buah hati yang rencananya akan lahir pada bulan Juli nanti.

Karena ini adalah anak pertama Heather dan Adam, keduanya tak ingin persalinan yang biasa-biasa saja. Maka mereka memutuskan untuk terbang ke Hawaii, menjalani terapi prenatal dan postnatal berenang bersama lumba-lumba di Sirius Institute di Pohoa, Hawaii.

"Bersentuhan dengan lumba-lumba kapan saja, bahkan jika tidak melahirkan di dalam air, masih membawa kedamaian, kenyamanan dan kekuatan bagi ibu dan bayi saat persalinan," kata Heather seperti dikutip dari Fox News, Rabu (29/5/2013).

Sirius Institute adalah organisasi yang mengklaim dirinya sebagai sebuah konsorsium penelitian dengan tujuan 'melumba-lumbakan' Bumi. Baru-baru ini mereka mendirikan pusat persalinan yang dibantu oleh lumba-lumba atau Dolphin Attended, Water, Natural and Gentle Birth Center (DAWN).

Dalam situs web-nya, Sirius Institute menjelaskan bahwa pendirian fasilitas tersebut disebabkan tingginya permintaan masyarakat untuk melahirkan di dekat lumba-lumba. Bahkan mereka mengklaim bahwa persalinan dibantu lumba-lumba merupakan tradisi asli masyarakat Hawaii kuno.

Sebelumnya, terapi lumba-lumba memang sudah digunakan selama lebih dari 25 tahun bagi pasien cacat mental dan fisik, serta penyandang autisme. Praktiknya, pasien berenang dan bermain bersama lumba-lumba yang hidup di penangkaran, sambil melakukan tugas yang dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan motoriknya.

Namun untuk persalinan dibantu lumba-lumba, para ilmuwan masih meragukan terapi ini akan efektif. Kalau persalinan di dalam air atau water birth, American Pregnancy Association (APA) sudah menjelaskan manfaatnya, yaitu membantu agar kontraksi lebih efisien, memperlancar sirkulasi darah, mengurangi nyeri persalinan dan menyediakan lebih banyak oksigen untuk bayi

Namun, APA juga menggarisbawahi bahwa baru sedikit penelitian yang dilakukan untuk mempelajari risiko water birth. Nah, pada kasus pasangan Heather dan Adam, keduanya juga sudah berjaga-jaga apabila persalinan dibantu lumba-lumba tidak berjalan sesuai perkiraan, yaitu dengan mempersiapkan bidan.

Para ahli menegaskan bahwa walau pintar, lumba-lumba adalah makhluk predator dan terkadang dapat menjadi agresif, meskipun cedera yang diakibatkan lumba-lumba pada manusia relatif jarang.

(pah/up)