Hal ini dikemukakan sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine. Secara khusus studi ini menekankan pentingnya olahraga di trimester kedua dan ketiga dalam rangka mempertahankan berat badan si bayi tersebut.
Untuk memperoleh kesimpulan tersebut, 210 wanita hamil yang sedenter (jarang beraktivitas) diminta melakukan sesi aerobik, latihan penguatan otot dan latihan pembentukan fleksibilitas tubuh selama 50-55 menit, tiga hari seminggu, sepanjang trimester kedua dan ketiga kehamilan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tentu menjadi bukti tambahan bagi studi-studi yang dilakukan sebelumnya yang menunjukkan bahwa bayi dengan berat badan berlebih lebih sulit dilahirkan dan berisiko lebih tinggi mengalami cedera selama proses persalinan dan/atau mengidap diabetes, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular serta beberapa jenis kanker lainnya di kemudian hari.
Tapi jika ibu hamil mengeluhkan nyeri punggung atau kaki membengkak gara-gara sesi olahraga yang disarankan peneliti (aerobik dan sejumlah latihan di gym selama 55 menit) maka tak perlu khawatir.
"Aktivitas fisik apapun itu lebih baik daripada tidak beraktivitas sama sekali selama masa kehamilan," ungkap Jonatan Ruiz, PhD, peneliti studi dari School of Sport Sciences, University of Granada, Spanyol seperti dilansir Womenshealthmag, Senin (29/7/2013).
"Jadi jalan-jalan (walaupun dengan intensitas lambat), berenang, atau mengambil kelas yoga prenatal adalah ide bagus. Tapi jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter jika ingin mengubah aktivitas fisik dan kalau bisa pilihlah seorang trainer atau instruktur yang berpengalaman menangani ibu hamil," tambahnya.











































