Temuan tersebut berdasarkan sebuah studi yang dilakukan peneliti di Skotlandia. Mereka mengamati 37.709 anak dari 29.540 wanita yang melahirkan antara tahun 1950 dan 1976. Saat studi yang diterbitkan dalam jurnal online bmj.com ini dilakukan, anak-anak itu berusia 34 sampai 61 tahun. Sedangkan pada ibu, sebanyak 21 persen mengalami obesitas dan empat persen bertubuh gemuk.
"35 Persen keturunan dari ibu yang obesitas dan 11 persen keturunan dari ibu yang gemuk lebih mungkin meninggal sebelum usia 55 tahun dibandingkan dengan anak dari ibu yang memiliki berat badan normal," kata salah satu peneliti, Rebecca Reynolds, profesor kedokteran metabolik di Edinburgh University kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir The News, Kamis (15/8/2013), penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa kondisi di dalam rahim bisa menyebabkan perubahan tubuh seumur hidup yang bisa mempengaruhi fungsinya seperti kontrol nafsu makan dan metabolisme.
Namun, faktor pasca melahirkan seperti kecenderungan genetik untuk menjadi gemuk, olahraga dan diet juga tidak bisa diabaikan sebagai penyebab masalah kesehatan anak-anak. Oleh karena itu tim peneliti juga menulis bahwa strategi mengoptimalkan berat badan sebelum kehamilan sangat diperlukan. Hal ini mengingat bahwa sekitar satu dari lima wanita hamil di Inggris mengalami obesitas.
"Kita juga perlu memberi saran gaya hidup yang baik untuk anak-anak dari ibu yang obseitas dan pemantauan dini faktor risiko untuk penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, gula darah, lemak darah, dan rokok," tambah Reynolds.
Menurut WHO, pada tahun 2008, lebih dari 1,4 miliar orang dewasa usia 20 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding tahun 1980. Setidaknya 2,8 juta orang dewasa meninggal setiap tahun akibat masalah kesehatan yang berkaitan dengan berat badan.
"Jika hubungan ibu yang obesitas bisa merugikan anaknya saat dewasa, bisa jadi karena obesitas pada ibu menyebabkan peningkatan kematian prematur dan masalah jantung," kata Reynolds.
Menanggapi studi tersebut, para ahli mengatakan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi langsung hubungan sebab akibat antara wanita yang obesitas dengan risiko anaknya meninggal di usia muda.
"Ada kemungkinan bahwa hasil ini menunjukkan asosiasi keturunan ibu yang obesitas lebih cenderung gemuk dengan sendirinya dan itu meningkatkan risiko penyakit jantung," kata Susan Ozanne dari British Heart Foundation.
Tim Chicco, seorang ahli jantung mengatakan bahwa apapun alasannya, studi ini menekankan pentingnya berat badan yang sehat. "Dari penelitian ini jelas bahwa jika seorang ibu kelebihan berat badan maka anaknyalah yang akan menanggung akibatnya," ujar Chicco.
(vit/vit)











































