Aneh! Alat Tes Kehamilan Bekas Pakai Banyak Diburu di AS

Aneh! Alat Tes Kehamilan Bekas Pakai Banyak Diburu di AS

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Selasa, 03 Sep 2013 10:46 WIB
Aneh! Alat Tes Kehamilan Bekas Pakai Banyak Diburu di AS
ilustrasi (Foto: Getty Images)
New York - Barang sekali pakai seharusnya tak bisa digunakan lagi untuk kedua kalinya. Akan tetapi, ada pengecualian untuk alat tes kehamilan. Di AS, muncul fenomena menarik di mana para wanita ramai-ramai menjual alat tes kehamilan bekas pakai.

Tentu saja alat seperti ini sudah tak bisa difungsikan lagi sebagai mana mestinya. Tapi agaknya permintaan dari konsumen cukup tinggi. Misalnya seperti dikutip New York Daily News, Selasa (3/9/2013), alat tes kehamilan yang hasilnya positif dijual mulai dari US$ 20 atau sekitar Rp 219 ribu hingga US$ 40 atau sekitar Rp 438 ribu.

Yang lebih mengejutkan adalah tampaknya malah banyak terjadi kekurangan stok di 'pasar' alat tes kehamilan yang positif. Ketika ditelisik, ada bermacam motif di balik pemakaian alat bekas pakai ini, mulai dari keperluan edukasi hingga mengerjai orang lain, termasuk kekasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya seorang wanita di California yang mengaku ingin membeli alat tes kehamilan bekas untuk membuat video mengenai kehamilan remaja yang akan disajikan kepada anak-anak setempat. Tapi ada juga yang motifnya usil ingin mengerjai orang lain.

"Ingin pacar Anda segera melamar? Atau ingin mengerjai ibu, ayah atau salah satu teman Anda?" demikian kata seorang ibu bernama Jersey yang menawarkan alat tes kehamilan bekasnya.

"Saya hamil dan akan menjual tes kehamilan positif saya untuk US$ 20. Saya tidak peduli apa yang akan Anda gunakan dengannya," kata seorang wanita di New York yang menjajakan produk serupa seharga US$ 25 atau sekitar Rp 274 ribu.

Seorang wanita lainnya di Texas mengaku ingin membeli alat tes kehamilan yang positif untuk membalas dendam mantan pacarnya. Setelah berpacaran selama 5 tahun, bahkan menghasilkan 2 orang anak, suatu hari dia pulang dan mengaku telah menghamili resepsionisnya.

"Kami telah berusaha mendapat bayi lagi. Dia mengirim sms dan mengatakan tidak yakin ingin bersama dengan siapa dan saya pikir saya cukup baik menangani kebohongannya. Saya ingin tertawa melihatnya. Saya akan membayar US$ 40," tambahnya.

Bagi ibu hamil, bisnis ini cukup menggiurkan. Bayangkan, hanya dengan modal US$ 1 atau sekitar Rp 11 ribu untuk membeli alat tes kehamilan, sangat mudah bagi para ibu ini menjual alat tes kehamilan bekas pakainya dan mendapat uang 20 - 40 kali lipat lebih banyak.

Alat ini bekerja dengan cara mendeteksi hormon kehamilan, human chorionic gonadotropin, yang hanya ada pada urine wanita hamil. Sampai saat ini, iklan-iklan penawarannya masih banyak diposting di Chicago, Manhattan, Houston, Los Angeles dan kota-kota lain di AS secara online.

(pah/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads