Kamis, 12 Sep 2013 08:33 WIB

Ingat Ya, Tunda Kehamilan Hingga Usia di Atas 35 Tahun Itu Lebih Berisiko

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
Jakarta - Alasan pekerjaan terkadang menjadi salah satu alasan pasangan suami istri menunda memiliki momongan. Namun seiring bertambahnya usia, kehamilan bisa memberi risiko yang lebih banyak pada perempuan, apalagi jika usia perempuan yang mengandung lebih dari 35 tahun.

Banyak wanita yang menunda kehamilannya hingga sekitar usia 30 bahkan lebih karena alasan pekerjaan dan lain sebagainya. Namun perlu dipahami bahwa kesuburan menurun tajam setelah usia 35 tahun, selain itu ibu yang lebih tua akan menghadapi lebih banyak risiko selama kehamilan.

Para ahli di Newcastle University mengatakan bahwa wanita seharusnya tidak perlu menggunakan karir mereka sebagai alasan untuk menunda kehamilan. Karena mereka yang hamil pada usia 35 akan menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar dibadingkan wanita yang lebih muda. Tapi perlu diingat juga kehamilan pada perempuan yang berusia terlalu muda juga bukannya tanpa risiko.

Ibu yang lebih tua lebih mungkin untuk keguguran, serta memiliki komplikasi kehamilan dan melahirkan bayi yang berat badannya kurang atau prematur. Selain itu risiko lainnya adalah berisiko besar memiliki bayi dengan down sindrom dan kelainan genetik lainnya.

Para petugas medis dan para peneliti IVF mengatakan bahwa rencana keluarga seharusnya bukan hanya menunda kehamilan, para wanita juga harus diberitahu mengenai risiko menunda kehamilan.

Dr Jane Stewart seorang dokter di Newcastle Fertility Centre, mengatakan bahwa jika wanita tidak sadar atas risiko dari menunda kehamilan, kemungkinan mereka akan menyesal dengan keputusannya. "Jika Anda melihat kebelakang dan menyesalinya, itu akan menghantui Anda," katanya.

Saat ini, sambung dia, hal yang kerap muncul adalah pasangan suami istri ingin membangun keluarga yang berkecukupan secara finansial. Di mana banyak dari mereka yang ingin punya rumah sendiri dan memiliki posisi yang baik dalam pekerjaannya sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Namun menurut Profesor Herbert, membangun karir bukan alasan yang baik untuk menunda punya momongan hingga akhirnya pasangan berusia lebih dari 35 tahun. "Dari berbicara dengan beberapa wanita muda, ternyata rencana keluarga seperti ini karena alasannya ingin membangun karir. Namun saya menemukannya justru salah arah karena kelak tidak ada karir yang tidak sibuk," ucapnya.

Selain itu, sebagian wanita di Inggris mengaku biaya penitipan anak dan keengganan perusahan menerima perempuan yang bekerja paruh waktu atau punya anak jadi penyebab mereka menunda kehamilan.

Sementara itu, Natika Halil, dari Asosiasi Keluarga Berencana mengatakan perencanaan keluarga adalah hal yang sangat penting. Para pasangan juga perlu mendapat informasi yang akurat tentang pilihan kontrasepsi. Termasuk pula perlu mendapat informasi yang memadai agar wanita sadar akan masa kesuburannya. "Diskusi apapun harus dilakukan tanpa keresahan," sarannya.

Menurutnya, meski seorang wanita berusia di atas 35 tahun, namun bukan berarti kesuburannya serta merta berhenti dalam waktu semalam. Namun bagaimanapun, masalah kesuburan dan risiko kehamilan di usia lanjut harus benar-benar mendapat perhatian.

(vit/vit)