Dikutip dari CNN Health, Selasa (17/9/2013), yang mengutip jurnal Human Reproduction, para peneliti menyatakan sebesar 13 persen wanita hamil mengonsumsi obat antidepresan saat mengalami depresi, yaitu SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitors.
"Komplikasi atau gangguan kehamilan seringkali berhubungan dengan konsumsi obat-obatan selama masa kehamilan. Gangguan tersebut meliputi kelahiran bayi prematur, newborn behavioral syndrome, bahkan efek jangka panjang bagi bayi maupun ibu yang mengandungnya," jelas dr Adan Urato, Kepala Department of Obstetrics and Gynecology di Metrowest Medical Center, Framingham Massachusetts, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin para wanita hamil mengonsumsi obat-obatan, terutama antidepresan seperti memakan permen," ucap salah seoran penulis penelitian tersebut, dr Alice Domar, Direktur Eksekutif di Domar Center for Mind/Body Health di Boston, Amerika Serikat.
Domar menyebutkan banyak solusi lain yang bisa dilakukan untuk mengobati depresi yang dialami ibu hamil, misalnya Cognitive Behavioral Therapy atau terapi CBT, yoga, akupunktur, dan terapi lain selain menggunakan obat.
Sebelumnya, sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Sophia Children's Hospital di Belanda menunjukkan beberapa jenis obat antidepresi bisa mempengaruhi otak bayi jika diminum saat hamil. Obat itu adalah golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) seperti Paxil dan Prozac.
(/)










































