1. Prolapse Rectal dan Genitourinary
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Pelemahan ligamen dan otot yang disebabkan oleh tekanan pada saat persalinan dapat menyebabkan dua kondisi yang disebut rectal prolapse and genitourinary prolapse. Kondisi ini membuat usus atau rahim turun, membuat penampilan yang tidak diinginkan pada luar anus atau vagina. Hal ini dapat diobati dengan pembedahan, tapi mungkin menyebabkan ketidaknyamanan pada perempuan.
2. Episiotomi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Episiotomi bisa menyebabkan ketidaknyamanan, termasuk pada saat pemulihan. Aktivitas sederhana seperti duduk atau berdiri bisa dirasa sangat menyiksa bagi wanita.
3. Ketidakcocokan Rhesus
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Situasi yang berpotensi bahaya adalah bila seorang ibu hamil dengan Rh- (rhesus negatif) memiliki janin dengan Rh+ (rhesus positif). Dalam situasi ini ibu akan membentuk antibodi anti-Rh yang dipicu oleh masuknya Rh+ dari darah bayi ke dalam sirkulasi ibu. Antibodi anti-Rh si ibu ini dapat menembus sirkulasi darah bayi dan menghancurkan sel-sel darah bayi.
Situasi ini dapat terjadi dengan gejala-gejala ringan yang hanya ditandai dengan anemia ringan pada bayi, hingga parah yang dapat menyebabkan kematian bayi. Efek bahaya dari pembentukan antibodi anti-Rh ini dapat terjadi pada kehamilan pertama, di mana bayinya Rh+, maupun pada kehamilan kedua (dengan antibodi yang dibentuk dari kehamilan pertama).
4. Amniotomi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Meconium Staining
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Kondisi janin buang kotoran dalam rahim disebut dengan meconium, yang terjadi ketika cairan hitam-kehijauan yang dikeluarkan bersama cairan ketuban saat mendekati masa persalinan.
Selain menyebabkan cairan ketuban menjadi kotor, kondisi ini dapat mengakibatkan kondisi serius pada bayi, yang disebut meconium aspiration syndrome, yang menyebabkan bayi kesulitan untuk bernapas.
6. Masalah Plasenta
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Secara teori, plasenta menempel tinggi di dalam rahim. Tapi kadang-kadang organ ini 'mengembara' di mana pun ia suka. Plasenta abruptio dan plasenta previa adalah dua masalah terbesar.
Plasenta abruptio adalah ketika plasenta sebagian atau seluruhnya lepas dan keluar jauh dari dinding rahim, yang dapat menyebabkan semua jenis masalah. Sedangkan plasenta previa terjadi ketika plasenta menolak untuk bergerak sendiri, berada di bagian bawah rahim, kadang-kadang menutupi leher rahim, yang bisa menjadi perhatian cukup besar karena merupakan jalan lahir bayi.
7. Topeng Kehamilan
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Halaman 2 dari 8











































