Kamis, 10 Okt 2013 16:58 WIB

Jaga Produksi Air Ketuban, Ini Jumlah Asupan Cairan Terbaik Ibu Hamil

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock) ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Calon ibu hingga saat ini masih sering mengalami dehidrasi, sehingga mereka membutuhkan asupan cairan yang sedikit lebih banyak dibandingkan dengan wanita pada umumnya. Lantas berapa sebenarnya jumlah asupan cairan terbaik untuk ibu hamil untuk mencegah dehidrasi?

"Ibu hamil akan mengalami kehilangan cairan lebih banyak melalui urine, akibat dari penekanan kandung kemih oleh karena uterus yang membesar. Maka dari itu ibu hamil membutuhkan tambahan cairan sebanyak 400 ml di atas kebutuhan asupan cairan sehari-hari," ujar Dr dr Inge Permadhi, MS, SpGK, ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara konferensi pers Inaugurasi IHWG: 'Tingkatkan Status Hidrasi Masyarakat Menuju Indonesia yang Lebih Sehat', yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jl Salemba Raya, Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Saat hamil, akan terjadi sebuah kondisi fisiologis yang ditandai dengan peningkatan berat badan meliputi deposit lemak, peningkatan total body water, dan pertumbuhan janin. Sehingga selama proses kehamilan, kebutuhan air akan meningkat karena diperlukan untuk mendukung sirkulasi janin, produksi cairan ketuban, dan volume darah yang meningkat.

Meskipun demikian, kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya aktivitas ibu hamil, suhu lingkungan, dan tempat tinggal.

Di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang disebutkan bahwa orang dewasa di Indonesia disarankan untuk minum minimal 2 liter atau 8 gelas air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan carian tubuh serta menjaga kesehatan. Sehingga ibu hamil membutuhkan cairan sekitar 2.400 ml per hari atau minum minimal 8-10 gelas air setiap harinya.

"Kalau asupan cairan selama hamil kurang, nanti bisa berakibat pada munculnya kondisi seperti produksi air ketuban berkurang dan sembelit," tutur Dr Inge.

Asupan air dapat berasal dari minuman dan makanan yang dikonsumsi, namun air yang paling baik untuk dikonsumsi adalah air putih yang berasal dari air tanah berkualitas. Menurut Dr Inge, air tanah yang kita konsumsi saat ini merupakan hasil dari proses fisika, kimia, dan biologi alamiah yang kompleks, sehingga merupakan air yang kaya akan mineral dan sangat baik bagi ibu hamil maupun menyusui.

Air berguna sebagai pelarut berbagai partikel termasuk zat gizi, agar dapat dimanfaatkan oleh sel dan jaringan tubuh. Air juga diperlukan untuk melembabkan jaringan mulut, mata, dan hidung.

"Tak hanya itu, air juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pelumasan sendi, meringankan beban ginjal, dan meringankan beban ginjal dengan melarutkan sisa-sisa metabolisme," terang Dr Inge, yang juga merupakan Unit Jejaring dan Humas Indonesian Hydration Working Group (IHWG).



(ajg/vit)